Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Mengembalikan Jati Diri BangsaSelalu ada gejala transparan dalam keberlangsungan sejarah. Biasa kita sebut arus bawah. Atau mungkin jeneungan bisa memakai istilah -misalnya- software dari realitas. Perangkat lunak kenyataan.

Di dunia teater, akang sedulur sadayana harus peka terhadap apa yang tersimpan di balik sorot mata dan mimik wajah seorang aktor, agar jeneungan bisa menjadi juri yang baik yang mampu mencandra substansi makna dari yang diaktingkan oleh sang aktor.

Realitas sosial adalah juga aktor. Sampeyan 'dilarang' terlalu lugu menghadapi, memahami dan menilainya. Akang, -saiia termasuk- juga harus punya mata rangkap tuk menangkap yang tersirat di balik yang tersurat.

Membaca koran, menghadapi pola-pola informasi, mendengarkan pidato atau pernyataan, bahkan juga manakala suatu peristiwa seolah-olah -sekali lagi.. seolah-olah- terpampang secara utuh di hadapan kita; tetap harus disediakan mata rangkap itu.

Betapa beratnya tugas ilmu pengetahuan. Betapa beratnya tugas mata sejarah. Betapa beratnya tugas pengamat. Betapa ilmu harus sangat dan senantiasa dinamis, harus sangat dan senantiasa mengembangkan cakrawalanya agar ia gag ditipu oleh siluman-siluman realitas.

Peristiwa sehari-hari di kampung ajja susah bangeddd melihatnya secara jernih. Pertengkaran antar tetangga ajja gag gampang menyikapinya secara objektif. Apalagi menilai dan menyikapi perpolitikan nasional, perang teluk, tata dunia baru, perestroika glastnost, cairnya kutub utara, hancurnya peradaban di tahun 2012 atau segala informasi yang tiap hari mengepung kita.

Dekade sejarah yang kita jalani adalah suatu fase zaman yang disebut oleh kebanyakan orang era informasi.

Dari perspektif terurai di atas, kita menjadi tahu bahwa kemajuan tekhnologi informasi pada akhirnya gag terutama terletak pada kecanggihan perangkat-perangkat informasi itu sendiri, melainkan terletak pada bagaimana daya kritis manusianya, pada mutu kita semua sebagai makhluk informasi.

Jauh... jauh lebih penting daripada mempelajari tekhnologi informasi adalah meningkatkan kesanggupan untuk mengelola arus informasi itu dalam diri kita.

Sekali lagi: dalam komunitas kampung ajja kita bisa keleru harus menyetujui sopo', harus memuji pihak mana, harus mengutuk si Palijo ato Pardikem. Apalagi peta-peta yang lebih besar dan lebih luas. Kita bisa keleru menilai yang salah penduduk ato gubernur ato konglomerat ato keseluruhan sistem yang berlaku. Kita bisa keleru menjunjung pihak yang semestinya dihukum dan menghukum pihak yang semestinya didukung.

Dalam kasus hukum di negeri ini, apalagi yang kaitannya dengan negeri seberang, terutama yang berkonteks politik, tanah, kebudayaan atau hak asasi, kita sering terkurung dalam kekeliruan semacam itu.

Koran dan media massa gag pernah kekurangan 'pangan', layaknya ayam kampung, gag akan mati kelaparan. Selalu ada ajja peristiwa di antara manusia baik yang berskala lokal, nasional maupun internasional, yang menjadi nafkah para pekerja media massa.

Tapi.. ingat satu hal.. pengetahuan kita gag sampe 24 persen...



nb : Malaysia? Hmm...



Gambar maen habeg dari tempatnya Bang Buwel.

105 comments:

{ alamendah } | 2 September 2009 10.58 mengatakan...

pertamaxxxxzz...

{ ivan kavalera } | 2 September 2009 11.10 mengatakan...

mantapp

{ arkasala } | 2 September 2009 11.10 mengatakan...

wah lugas banget ini bahasan Mas Gen. Jadi keliru itu sendiri bagi kita lumrah kan ya dan manusiawi. Sehingga jika saya berpendapat wajar jika keliru. Namun jangan sampai kita keliru mencaplok karya orang dianggap karya sendiri seperti malaysia itu kan Mas? Termasuk baru-baru ini mengklaim Pulau Jemur adalah menjadi bagiannya. Malaysia ? Hmmm

{ genial } | 2 September 2009 12.26 mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
{ genial } | 2 September 2009 12.27 mengatakan...

@ arkasala : Keperibadian khas bangsa Indonesia, kebudayaannya yang amad kaya, referensi keagamaan yang merupakan sumur amad dalam, sesungguhnya memliki kapasitas amad besar tuk sanggup menawarkan modus-modus kepariwisataan spirituil.

Kita ini bangsa yang gag murah, apalagi murahan, bahkan sebenernya bisa lebih mahal dari yang kita sangka!

Malaysia pastilah berfikir hal yang sama... so..?!?! ...benarkah semua ini 'Malaysia' langsung yang ada di balik semua itu?!?!?

{ Deyn } | 2 September 2009 12.39 mengatakan...

memamng kita tidak bisa 100% tahu maksud tindakan yg dilakukan seseorang..
kita hrus pandai2 memilah berdasarkan brbagai sudut pndang..

ehh trnyata di sini lancar Komennya, hahah

{ buwel } | 2 September 2009 12.50 mengatakan...

Wah, mantabbb gen......hihihihiih...gambar ntu buwel juga embat dari mbah guel kok....heheee..
btw thenks dah di link neh....
hmmmmmm.....bagaimanapun juga adab bertetangga memang harus selalu di perhatikan ya...biar nggak kekanak kanakan lagih....:)

{ a-chen } | 2 September 2009 12.52 mengatakan...

hihiihihih...di kau mampir di aku juga ya...nggak tahu neh, jadi kesini lagih,...hehehe..
yasud sama deh kek yang di atas.....^_^

{ buwel } | 2 September 2009 12.54 mengatakan...

Wakakakkakak..kelupaan.......wong bukan gambarku kok...kok minta ijinnya ke aku....bwehehehee

{ buwel } | 2 September 2009 13.06 mengatakan...

sahuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrr

{ ewegombel } | 2 September 2009 13.30 mengatakan...

wahhhh ni baru...manthaaapp....celekitannya itu loh!!!mantep Kang!!!met sahur ya Akang Geny!!!

{ Perencanaan masa depan } | 2 September 2009 14.47 mengatakan...

Nice artikel...memang dah saatnya jati diri bangsa di di susun kembali...karena mulai banyaknya gangguan dari pihak asing...
Oh ya... sukses selalu ya.....salam persahabatan..

{ ichaelmago } | 2 September 2009 14.51 mengatakan...

bahasan yang bagus :D

{ Evil_Septian } | 2 September 2009 16.36 mengatakan...

kalau mengembalikan jati diri bangsa mah males, dah di caci ma malingsia, tapi tetep harus berusaha ya :D

{ cahyadi } | 2 September 2009 16.54 mengatakan...

Yah, setuju mas... jati diri bangsa emang harus terus kita jaga dengan segala kehormatan dan usaha... thanks saringnya ya...

{ Cyntia } | 2 September 2009 17.08 mengatakan...

nga nyangka.... kakak hebat juga nih.. maknanya dalem bangettt huuhuhuh jadi terharu pengen minta somaynya *lohh*

semangat kak.. bangga jadi bangsa Indonesia.. yang penting selalu eling ama nenek moyang lelhur bangsa..

Sharing Tips

{ BIG SUGENG } | 2 September 2009 17.39 mengatakan...

Kalau saya lebih baik diam dulu lah... soalnya aku nggak tahu info secara lengkap

{ kakve-santi } | 2 September 2009 18.32 mengatakan...

hhohohohoh... menikmati pagi disini

{ dian } | 2 September 2009 19.01 mengatakan...

wuah??? gak sampe 24%?
peediiihh ya...

{ Henny Y.Caprestya } | 2 September 2009 19.34 mengatakan...

gara-gara tetangga..ada-ada aja nih

{ yusa } | 2 September 2009 19.58 mengatakan...

baca2 dipagi hari ni mas..smbl menikmati udara pagi..

{ Bandit Pangaratto } | 2 September 2009 20.39 mengatakan...

sip sip...
Berpikir cerdas, cermat ya kawan...

Nice post..
:D

{ NURA } | 2 September 2009 22.42 mengatakan...

salam sobat
ok banget dan mantap artikelnya
mengembalikan jati diri bangsa,,,ayo semangat seluruh rakyat INDONESIA.

{ Sang Cerpenis bercerita } | 2 September 2009 22.42 mengatakan...

he he he..minta ijin dulu nih..

{ KangBoed } | 3 September 2009 00.14 mengatakan...

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

{ mocca_chi } | 3 September 2009 01.03 mengatakan...

nngg.. bang, intinya aku ngerti soal permusuhan antar tetangga (halah, uda disebut juga di atas),cuman aku binun kr diirmu ngambil banyak akar ut merujuk pada satu batang. dan akhirnya ya.... ngertinya batangnya doang, akar2nya kagak :))

{ Seti@wan Dirgant@Ra } | 3 September 2009 01.05 mengatakan...

Met siang kang,... lama baru bisa mampir.

mari kita satukan niat untuk mengembalikan jatidiri bangsa ini dimulai dari diri kita terlebih dahulu.

{ berita unik } | 3 September 2009 01.34 mengatakan...

Huhuhu...
"NB: Malayasia? Hmm..."
maksudnya apaan tuh kang ^0^

{ koleksi mainan } | 3 September 2009 01.36 mengatakan...

Betul juga sih
biar bagaimanapun diperlukan daya kritis untuk menangkap informasi yang ada
agar tercipta pemahaman yang baik dan terarah

{ mohanlink™ } | 3 September 2009 02.52 mengatakan...

Jaya Indonesiaku maju trussssssssss, (nb: plis koment ke blog jeleekkuuuu yah, trimss)

{ bluethunderheart } | 3 September 2009 03.13 mengatakan...

sore
salam persahabatan ya
salam hangat selalu

{ Karin-chan } | 3 September 2009 03.34 mengatakan...

Nice post!!!
sangat2 setuju dengan opini mu,,,
:)

{ arnamee } | 3 September 2009 04.54 mengatakan...

Kamu..

mantap semangat kamu.
bagus, bisa terinspirasi kayaknya..;)

{ Zippy } | 3 September 2009 05.20 mengatakan...

Wedew, bahasanya...wew, tinggi amet, heheheh....
Mantep2...
Tapi emang sih, kita jangan terlalu lugu, harus lebih memahami apa yang emang bener2 terjadi...
Jangan hanya "iya" mulu, heheheh....

Oh..ia, itu yang ada "diatas" blog saya sengaja diubah biar gak keberatan Blog'x, kemarin pake .gif, jadi rada lelet, hehehehe...
Gak ada maksud apa2 kok, coba aja di klik, tetep "minta duit", wkwkwkwkwkwkkw...

{ Cerita Tugu } | 3 September 2009 08.41 mengatakan...

Indonesia tanah tumpah darahku.

{ genial } | 3 September 2009 08.52 mengatakan...

maaf sobat semua baru bisa hadir... habis tepekur bin baru bangun ding... hueheheh.. makasii atas tiap jentik kata yang sobat tulis di sini.. semuanya dee :)

semoaga kita bisa sama-sama 'mengedarai Al-Quran melintasi tujuh lapis langit' :)

{ Zippy } | 3 September 2009 09.05 mengatakan...

Weleh, kenapa dibuang..?
Saya kan mw pasang, wkwkwkwkwwkkww.....
Hmm, masa sih gak pinter berbisnis..??
Tuh, $$$$ udah banyak kayak'x, wkwkwkkw...

{ nara } | 3 September 2009 10.20 mengatakan...

dohhh.. beratan postingan ini euyyy :D

harus pilih dan pilah kayanya..

{ genial } | 3 September 2009 10.21 mengatakan...

$$$ dari HONGKONG... =)) =)) =)) !!!

{ louphink honey } | 3 September 2009 11.46 mengatakan...

Terus berkarya ya ;)

{ genial } | 3 September 2009 12.04 mengatakan...

terimakasii uda sudi mampir :)

{ prafangga permana } | 3 September 2009 13.08 mengatakan...

Kunjungan balik, Hidup indonesia
Merdeka merdeka merdeka

{ genial } | 3 September 2009 13.10 mengatakan...

MERDEKAAAAAAAA!!!

SAUUUUUUUUURRR!!!

{ Alrezamittariq } | 3 September 2009 16.39 mengatakan...

puasa..puasa.......

{ Ibnu Mas'ud } | 3 September 2009 18.36 mengatakan...

Wah....
Pengetahuan kita nggak sampe 24% yaaa

Sedih banggettt

{ @n9in } | 3 September 2009 18.55 mengatakan...

ughhh...mau komentar apa ya? sy sendiri masih berusaha senantiasa mereformasi diri dan merenovasi diri. biar tambah soleh. amiin

{ zee } | 3 September 2009 19.10 mengatakan...

Belakangan ini saya agak malas mengikuti perkembangan Malingsial itu.
Terlalu menguras pikiran, stress mikirnya. Hiks.

{ zulhaq } | 3 September 2009 19.34 mengatakan...

ulasannya buanyakkkk, teriakan malangsyia uwowwwww...semoga cerita bergambar ini membawa keberuntungan sob...

gimana masih pusing?

{ vie_three } | 3 September 2009 22.12 mengatakan...

aq udah gak mengikuti lagi perkembangan malaysia itu, perasaan kok ya kita serasa di adu domba dech.... hmmm

{ White_Angelzzz } | 4 September 2009 00.45 mengatakan...

yep.. tidak bisa lebih setuju lagi. hehe

terima kasih sudah visit ya.. ur link will be added.

{ About Love Online } | 4 September 2009 00.57 mengatakan...

Berat banget bahasanya kang?hwa.......
Bentar lagi bedug nieee..

{ Erwhen21's smart } | 4 September 2009 01.05 mengatakan...

COOL........
Tp keliatan "rundu" wkwk..kidding tohmas!!!
Visit me again..

{ attayaya } | 4 September 2009 01.44 mengatakan...

posting untuk kontes ya?

semoga menang

{ moh karis } | 4 September 2009 04.38 mengatakan...

semoga menang kawan, sukses selalu untuk anda

{ Raini Munti } | 4 September 2009 05.24 mengatakan...

makasih deh atas supportnya mb jdi smangat nih :)

{ Marshmallow } | 4 September 2009 06.46 mengatakan...

singkatnya, jangan terburu nafsu menghakimi sebelum jelas duduk perkara yang sebenarnya. begitu kan, genial? hm... namun terkadang sifat manusiawi kita seringkali mendulukan emosi, logika belakangan. padahal justru itu yang akan mengaburkan esensi permasalahan sebenarnya, dan alih-alih menyelesaikan masalah, malah menimbulkan masalah baru yang konon lebih ruwet.

{ PhonanK } | 4 September 2009 06.56 mengatakan...

Wah-wah... memang perlu banget nih kayaknya, coz jati diri bangsa kita sekarang hampir bermuka dua,, muka yang kedua itulah yang dicolong sama negara tetangga...

I love Indonesia

{ arkasala } | 4 September 2009 08.45 mengatakan...

saya setuju banget Mas, Bangsa ini gak murah apalagi murahan. Statemen yang cakep.
Trims Mas atas pencerahannya.
Salam sukses selalu.

{ attayaya } | 4 September 2009 15.40 mengatakan...

menang = traktir

{ ♥ Neng Aia ♥ } | 4 September 2009 21.30 mengatakan...

hmm?? ngapain dipikirin si malingsia itu..

{ soewoeng } | 5 September 2009 00.14 mengatakan...

semoga manenag bos

{ devianty } | 5 September 2009 00.34 mengatakan...

Indonesia...i love u so much, kalo ini ..Malaysia? Hmm... ( apa yah yang tepat)...

{ Rendra } | 5 September 2009 01.21 mengatakan...

Who is the best?????..........
Indonesia of course

{ Wellsen } | 5 September 2009 02.08 mengatakan...

Setuju kang Gen..
dalam melihat suatu masalah, hendaknya kita selalu berpandangan luas, kritis, analitis dan tidak mudah menjustifikasi..
Sebagian besar kejadian di dunia ini berada dalam zona abu2.. sedangkan kebanyakan orang "lugu" hanya mengenal hitam dan putih..
Dan mereka mudah sekali untuk dipengaruhi cara pandangnya oleh orang2 besar semacam politikus atau pembuat konspirasi..

sudah saatnya menjadi masyarakat yang cerdas :)

{ Irwan Bajang } | 5 September 2009 02.45 mengatakan...

Kadang, kita memang sangat tergerus oleh Media. Media selalu membentuk pola pikir masyarakat, iklan akan menentukan selera banyak orang, fokus berita akan menetukan reaksi banyak orang. Politik media seringkali menjebak kita dan memaksa kesadaran bawah sadar kita untuk berpikir sesuai dengan yang mereka mau, kadang2 saya mulai jengah dan selalu ingin mematikan televisi.
:D

{ gomel } | 5 September 2009 04.40 mengatakan...

wahh ada hubungannya sama si Malaysialan lagi nih,,jadi 'panas' lagi gue..hahahaha

{ Edwin } | 5 September 2009 06.06 mengatakan...

Saat kita retak kepala mikirin terorisme, kemiskinan rakyat, harga mau naik, korupsi pejabat, eh malaysia masuk lewat pintu belakang buka brankas kita , aduhhh
.
Maen lagi ke sini kang. kunjungi balix yach. eh ternyata kita belum tukeran link dunk... sudah kupasang yach hehehe

{ genial } | 5 September 2009 12.41 mengatakan...

met saur akang mba' semua :)

{ lina } | 5 September 2009 14.02 mengatakan...

Klo sy lebih memandangnya sebagai media introspeksi bagi bangsa kita
Kenapa sampai ada kejadian caplok-mencaplok
budaya dan teritorial

contoh kecil aja ni : sekarang jarang khan ada lomba lagu/tari daerah ..yg ada malah modern dance competition..dan di perbatasan sana..gag cuma ttg sistem pertahanan tp jg perhatian pemerintah sngt kurang..jadi jangan salahkan jika jiwa (jati diri) mereka lebih kpd negeri seberang..yg realitanya mampu meberikan perbaikan kehidupan (sosial,ekonomi, budaya) bagi mereka.

memang ga banyak yg bisa menerimanya dengan kepala dingin dan hati terbuka
Derasnya arus informasi yg remnya jelas blong
emang bisa bikin nyungsep pikiran dan pemahaman
bener Mz Gen, diperlukan "keahlian mengelola arus informasi" *..luv this words

ssttt...mz..moga menang yaak..sy bantu dg doa deh :)

{ fajar } | 5 September 2009 22.50 mengatakan...

kadang kita untuk obyektif sangatlah sulit.... salam kenal dari blogger enggal

{ Ariyanti } | 6 September 2009 04.42 mengatakan...

Waduuuh, banyak banget komen2nyaaaa :)

{ chikal } | 6 September 2009 05.54 mengatakan...

habeg aja tuh nel yang bikin ulah...
tapi siapa ya yang salah klo anak muda indonesia aja pada ga tau kebudayaan indonesia ndiri??

{ kucrit } | 6 September 2009 07.49 mengatakan...

la mataku udah rangkap nih kang... hehehehe...
memang butuh kejelian dalam memandang sesuatu, media massa memang bisa jadi sumber informasi.. tapi gak selamanya benar.. loh eh.. nyambung gak ya..

{ Alrezamittariq } | 6 September 2009 17.57 mengatakan...

ada award buatmu....tanpa tugas loh sahabat...

{ @ Coy } | 6 September 2009 23.17 mengatakan...

engka sampae 24% kecil banget.....

{ Artha } | 7 September 2009 02.40 mengatakan...

Sulit menjaga bila kita sendiri tidak sadar dan bangga dengan bangsa sendiri.

{ dykapede } | 7 September 2009 07.18 mengatakan...

Saya sendiri selalu mendukung atas kegigihan bangsa indonesia, ^_^...V

{ Narzis Blog's } | 7 September 2009 07.40 mengatakan...

Ayoo...ayooo..ayyooo....update lagi :D
Ditunggu :D

{ Joddie } | 7 September 2009 09.27 mengatakan...

Mantap!! api yang cukup untuk membakar nasionalisme yang mulai redup.. merdekaaa!!

{ buwel } | 7 September 2009 12.06 mengatakan...

sukses selalu gen ya....

{ a-chen } | 7 September 2009 12.07 mengatakan...

Mantabbb gen....:)

{ Seti@wan Dirgant@Ra } | 7 September 2009 17.40 mengatakan...

mampir pagi sobat,... moga semangat and sukses selalu

{ nophie } | 7 September 2009 22.35 mengatakan...

sebenarnya yang salah sapa ya??? Indonesia yang cuek aja dengan budayanya sendiri atau malaysia yang ga kreatif??

{ frozenmenye2 } | 7 September 2009 23.18 mengatakan...

kita juga sebisa mungkin harus pintar2 menyikapi issue yang sedang muncul, terkadang berita tidak terlalu peduli dengan kebenaran, yang penting rating, oplah, atau apapun itu yang sejenis.

{ opung chikal } | 8 September 2009 01.38 mengatakan...

semoga ke depannya lebih baik yah mas :)

{ kakve-santi } | 8 September 2009 02.36 mengatakan...

rame ya jadinya.. :)

{ Karin-chan } | 8 September 2009 04.47 mengatakan...

@genial
blog karin emang jarang muncul coz Karin lg sibuk ngerjain proposal ini itu :)
(nasiiiibbbb.... dh jd orang yang aktif di organisasi)

{ genial } | 8 September 2009 09.52 mengatakan...

@ lina : yuuu maree kita sama-sama nonton bareng wayang kulit... gmn kira2 responya mba'?!?!? huehehehehe... tp klu uda urusan MU lawan Milan.. gebuk2an pasti supaya bisa paling depan...
@ kucrit : media oo media... demikianlah adanya bangsa ini :(
@ nophie : gag perlu mengkambing hitamkan sapapun lah mba'.. emang semua uda makin salah kaprah... bukannya so tau apalagi menggurui :( ngerasa di tunggangi gag??!?!
@ frozenmenye2 : lagi-lagi media kan kang?!?!

@ all : makasii iia atas kesediannya mampir, saling mengingatkan, karena kita bukanlah makhluk sempurna, bisa ajja ngelakuin kesalahan apapun itu bentuknya, semoga di ramadhan ini, semua akan menjadi lebih baik lagi ke depannya, amien :)

{ Wh } | 8 September 2009 10.39 mengatakan...

Like this

{ . } | 8 September 2009 12.33 mengatakan...

.

{ Bandit Pangaratto } | 8 September 2009 20.19 mengatakan...

Kulo nuwun komen ya Kawan...



Semoga kawannya epat sembuh...


SAlam Perantau

{ KangBoed } | 8 September 2009 20.23 mengatakan...

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fulllllllllllllllllllllll

{ KangBoed } | 8 September 2009 20.25 mengatakan...

Dua duanya sudah di links.. hehehe maaf jarang tengok kiri kanan

{ rizky } | 8 September 2009 23.11 mengatakan...

Selamatkan bangsa kita sebelom terlabat....

{ irvan } | 9 September 2009 04.20 mengatakan...

mantap.... mampir lagi ah, dah lama ga maen kesini

{ made gelgel } | 10 September 2009 10.37 mengatakan...

betul mas kayaknya jadi wartawan gak pernah sepi job,udah gitu wartawan itu kan beat juga kerjaannya, maju wartawan INDONESIA!

{ genial♂ } | 10 September 2009 11.04 mengatakan...

@ all : terimakasih atas kehadirannya di sini... buat kangBoed.. link akang juga dua-2 nya uda di pasang sejak dulu.. hueheheheheh.. gpp kang.. santeee :)

{ Eka Situmorang - Sir } | 12 September 2009 08.57 mengatakan...

Cara kritis yang beda dalam menyikapi tentang Malaysia.
Like this post ;)

salam, EKA

{ girly } | 12 September 2009 13.01 mengatakan...

cool stuff!

{ genial } | 13 September 2009 10.45 mengatakan...

@ Eka Situmorang - Sir : you're so kind Sir.. thnx for that generous words :)
@ girly : maacii :p

{ ulaznice } | 14 September 2009 19.44 mengatakan...

banyak banget komentnya, btw tetap semangat dan terus berjuang untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Moga kita ketemu di final Mengembalikan Jati Diri Bangsa Amien! :)

{ wi3nd } | 14 September 2009 19.45 mengatakan...

hemm..iyah..
malaysia ituh..??!!!

ayoo indonesia ban9kitLaahh..

btw 9eeen ne da bener belum masuknaa....??

{ hakimtea } | 14 September 2009 19.45 mengatakan...

sukse deh buat kontesnya ya.

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

{ 蔥油餅Jon } | 16 Juni 2010 21.07 mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim | 6 Januari 2014 13.22 mengatakan...

Yang jujur donk om kalo posting artikel. Ini kan tulisannya emha ainun nadjib, judulnya realitas sejarah sebagai aktor. ckckck

Poskan Komentar

D'APRÈS VOUS?

The Personal Touch

love life my review Kiat memperkaya diri Indonesian Strong from Home Sufi info perangkat blog Download mp3 Quote of the day Francomania R U Multiple Intelligence Rock Awards Masjid Kita pictures Low Latent Inhibition Solusi Jakarta Download Video Masgari Muhammad Athir Ardan Rahasia Ikhlas film sahabat angga Angga Sbastian Déjà vu Gudang Permainan Kreatif Khusus Asah Otak Kiri Anak Insan Kamil Seabrek Permainan Kreatif Khusus Asah Otak Kanan Anak Zuhud Alanis Morissete - MTV Unplugged (1999) Alanis Morissette - Flavors of Entanglement (2008) Amien Apa itu Déjà vu 1 Apa itu Déjà vu 2 Ayn al Qudat Be the Miracle Berbuat Baik Bruno Mars - Just The Way You Are Cinta itu Hanya Damai - Esensi David Foster Dewa 19 Dimana ku Dinar Dirham sebagai Jawaban Diri Manusia Doa Jenderal Douglas Mac Arthur Doel Sumbang Download Software Dream Theater - Live At Budokan (2004) Dream Theater - Systematic Chaos (2007) Dream Theater - Train of Thought (2003) Dunia Baru Dunia dan Imam Mahdi Eksistensi Esensi Keberadaan Fariduddin Attar - Hakim Sanai Fibrokistik Mammae Gladi Kotor Hakikat Manusia Hapuskan Mobil Hati Heterogenitas pertunjukan Dunia Ideologi Mobil Ilmu Pengetahuan Baru Irma Novrida Iron Maiden Istiqomah Jakarta Lumpuh Buang Mobil Jakarta tanpa Mobil Jalaluddin ar-Rumi Jalan Hati Jenderal Douglas Mac Arthur Jujur Junte Kasih Sayang Kecerdasan dan Anak Kejujuran Kesadaran Khalifah Allah Kista Jinak Payudara Kita (tidak) Beda Labyrinth Lathifah Makrifat Manusia Sempurna Manusia dan Tanggung Jawab MarvelKlik Mati sebelum mati Menerima adalah Kebaikan juga Nenek Make Up Tebal OST - The Dark Knight (2008) Objektif Logis Objektif Rasional Objektif Sejati One Minute Silence - Available in All Colors (1998) Peran Kita Untuk Semua Permainan Lego Poppy Mercury Puji Tuhan Raggamuffin Ramalan Joyoboyo Ramalan Ronggowarsito Ramalan Sbdo Palon Sahabat Angga - Final Sahabat Angga - Semua Tentang Kita Selamat jalan saudaraku Amien Sheryl Crow - Detours (2008) Siapa Tuhan Mu Slank Slipknot - All Hope Is Gone (2008) Sori Dori Mori Sparkling Saint - Saintronic (2008) Syekh Siti Jenar - Makna Kematian Syirik Ashghar Syirik Khofi Syirik Khofi (samar) Tanggungjawab dalam kebahagiaan Teka-Teki Einstein Tembang Kehidupan Terbuka Tesla - Times Makin' Changes Tidur Sadar Tipe Aural (Auditory - Musical) Tipe Belajar Visual Tipe Fisik (Kinesthetic) Tipe Logis (Mathematical) Tipe Penyendiri (Intrapersonal) Tipe Sosial (Interpersonal) Tipe Verbal (Linguistic) Tokoh Tragedi Tanah Serambi Mekkah 26 Desember 2004 Vicky Sianipar feat. Ikhsan Akbar - Sesal Semu Waham Within Temptation - Forgiven Zainal Arifin Zainal Arifin IUS

Pengikut

 

Copyright © 2010 Ikhlas - The Secret All Rights Reserved

Design by Dzignine