Jumat, 2009 Juli 17

Manusia menghisap, Tuhan menghisab

Sebelum pergi menghadap Tuhan Yang Maha Esa kembali, Jenderal besar Sarwo Edhie Wibowo menuturkan nasihat luar biasa yang beliau kutip dari filosopi Jawa : Ojo Kaget dan Ojo Dumeh! Sudah cukup lama beliau meninggal, tapi nasihat itu terus terngiang-ngiang.

Mungkin karena saiia tergolong orang yang sukar melaksanakan hal itu. Saiia ini kagetan dan gumunan, karena itu jadinya sering dumeh terhadap suatu hal. Orang yang dumeh adalah orang yang sempit, dan orang sempit itu gampang kaget kalau ada apa-apa.


Misalnya kalau melihat komputer, saiia gumun bukan main.. Ko' bisa-bisanya kaleng yang cuma dicolokin listrik menggantikan sumber informasi bacaan yang di amini jutaan bahkan milyaran umat di dunia ini. Bayangkan kekhawatiran perusahaan-perusahaan koran yang lahan mereka digarap abis-abisan oleh kaleng satu ini. Nonton tipi sering saiia luput dari acaranya yang bagus-bagus karena konsentrasi saiia terseret kepada imaji tentang tekhnologi tipi yang fantastis itu sendiri. Bayangkan, ada orang gila di JW Marriot sama Ritz Carlton yang gag bosen2nya pamer, show of force meluluh-lantakkan pilar-pilar bangunan materialis kaum hedonis tersebut, padahal hotel itu pernah merasakan hal serupa, pernah mereka gejrot dengan kembang api yang sama beberapa waktu yang lalu, nah itu sedang terjadi, detik itu pula kita bisa menyaksikan kubangan asap hitam hasil olah tangan mereka itu melalui kaleng elektronik itu juga... Itu salah satu amsal, lainnya, Mike Tyson gebuk-gebukkan detik ini di Atlantic City misalnya, detik ini juga langsung kita lihat di sini. Ko' bisa. Sedangkan jithok saiia sendiri saiia gag bisa lihat.

Maka, ketika pada suatu hari saiia masuk pabrik, diri saiia akan hilang, lenyap, yang tinggal hanya guman dan gumun belaka.

Coba toh... jangankan pabrik yang begitu canggih, sambel ajja saiia gumun. Ko' bisa-bisanya orang dulu menemukan harmoni antara lombok dan brambang dengan garam dll menjadi makanan masterpiece segala zaman. Bagaimana dulu caranya tajribah atawa risetnya? Siapa dulu yang pertama kali nyoba-nyoba lombok dan berada di generasi yang dibutuhkan untuk sampai pada ramuan sambel itu. Sayang tak ada sejarahwan yang tahu siapa penemu sambel. Mungkin Ki Sambel atau Nyi Sambel. Abad berapa ditemukan, bagaimana tahap transformasi dari sambel ini ke sambel itu dan seterusnya. Amal jariyah si penemu sambel sangatlah besar. Apakah manusia abad 21 ada yang spektakuler prestasinya sebanding dengan invansi sambel?

Kita sekarang hanya pintar beli motor baru, nonton blue film, bikin arisan, asyik-masyuk intercom-an kek, HP-an kek, 3G-an kek, blekberi-an kek, toke' kek, pacaran di tempat-tempat ibadah, bonceng sana bonceng sini dengan mengumbar -maaf- body semok garis pantat kemana-mana, (kena gag nii tembakan kiwot gw?!??! wkwkwkwk...) wedus.. dan lain-lain dan lain-lain. Padahal kalau kita mau riset, siapa tahu daun waru, kulit trembesi atau daun krokot ternyata enak dicampur daging trenggiling atau biawak yang mati ketabrak kereta. Lol.

Poko'nya saiia gumun betul sama kekayaan alam semesta ini serta pada kreatifitas manusia. Pabrik yang saiia datangi itu membuat alat-alat cetak. Sederhana ajja. Misalnya plastik wadah shampoo, itu alat cetaknya dibuat di sana. Puncak kegumunan saiia adalah bahwa untuk mencetak alat cetak itu perangkatnya punya tingkat ketelitian sampai sepersepuluh ribu milimeter.

Ada yang sejuta kali lebih besar dari jagat raya, ada yang sejuta kali lebih kecil dari atom dan tekhnologi kita kelak mungkin mencapai pengetahuan tentang itu. Kalau sudah sampai ke tingkat sepermiliar atom, mungkin itu yang disebut elemen ruh.

Hati bergetar. Dengan mata telanjang sebenarnya kita ini belum tahu apa-apa. Terhadap materi ajja tingkat ketelitian kita masih parah. Rendah. Maka betapa mulia para ahli tekhnik, asalkan kalian gag mempergunakan tingkat ketelitian kalian merakit peledak dan mengguncang-guncang Indonesia sekarat ini!

Apalagi terhadap yang nonmateri, yang ruhaniah, yang kualitatif, yang spiritual. Kalau manusia bisa mencapai ilmu dengan tingkat ketelitian sepersepuluh ribu milimeter, maka berapa pula tingkat ketelitian sang Khaliq!



foto2 terkait kejadian
Karena itu saiia gag bole dumeh kepada orang lain. Gag bole gampang curiga, menajiskan, mengkafirkan atawa mengkutuk perilaku orang lain dan setiap kemunculan gejala dari orang lain. Sebab tingkat ketelitian kita rendah.
Insaflah wahai para pemain kembang api di luar sana, ingat bahwa semua itu ada balasnya. Kita sebenernya tahu amatlah sangat sedikit.
Saiia, kamu, kalian ahli tekhnik perakit kabel-kabel pemberi hidup aliran listrik zaman... juga gag bole menghisap orang lain dalam bentuk yang sesamar apapun dan dalam takaran yang sekecil apapun, sebab Allah menghitung setiap perbuatan kita. Allah menghisab setiap
butir udara nafas kita dengan ketelitian yang MAHA.




Sumber gambar letak kanan, berasal dari sini.


Indonesia kembali berduka. Damn tukang petasan gajebo!

Mo' tau klanjutan na gag?

Rabu, 2009 Juli 15

Flu (H1N1) Nasional

Sepanjang hari ini, Kamis 16 Juli 2009, udara Kebayoran Lama sangatlah nyesss. Jika angin bertiup, ia tak sekedar menyapu kulit dan membungkus tubuh, tapi langsung menelusup di antara sel-sel, bahkan saiia rasakan ada yang menggerombol di antara tulang dan daging. Bahkan, masyaallah (!), ada juga yang menyentuh seputar jantung hati nurani saiia, sehingga seluruh sukma dan jiwa terasa nyesss-nyesss.



Tatkala senja tiba-pun, saiia yakin angin itu tidak berdiri sendiri; ada faktor Y faktor X yang menunggangi punggungnya atau setidaknya mempengaruhi sepak terjangnya. Dengan kata lain angin itu mengalami suatu keterpengaruhan oleh makhluk-makhluk tertentu. Ifrit misalnya... wedewww...

Dan ketika hari semakin merunduk ke haribaan malam, saiia memperoleh keyakinan bahwa angin nyesss ini tidaklah hanya di Kebayoran Lama, melainkan berlangsung nasional di seantero negeri.

Saiia mandi (tumben :p) dan alangkah dinginnya! Di sana-sini terasa gatal karena kulit saiia memang sensitif terhadap keterpengaruhan dingin. Kencing hampir 5 menit sekali. Jaket tebal terasa seperti kaos biasa. Sedemikian rupa sehingga ketika tengah malam tiba, saiia
memperoleh kesimpulan bahwa ini bukan sekedar angin jahat, sebab apa yang saiia alami sesungguhnya adalah nervous mental. Seluruh jiwa dan akal sehat saiia nyesss. Mata bathin saiia melihat gamblang bahwa yang melindungi saiia sebenarnya adalah atmosfir influenza nonmedis, suatu nyesss intelektual dan politis.

Sungguh aneh. Soalnya 'kan saiia sama sekali bukanlah pegawai negeri, gag punya NIP, gag punya pakaian seragam, dan gag terletak pada bagian manapun dari hierarki birokrasi.

Lebih aneh lagi, karena para tetangga yang pegawai negeri di sekitar saiia malah tak tampak mengalami keterpengaruhan flu nasional. Saiia yang seandainya tidur melulu di atas dipan rumah selama satu repelita berturut-turut, gag akan dipecat oleh siapapun, ko' malah sedemikian serius mengalami nyesss nasional.

Akhirnya sesudah bertapa nyari wangsit gajebo sambil menggigil, saiia bermonolog, mewawancarai diri saiia sendiri. Terutama hati nurani dan akal sehat saiia. Dengan tekhnik interogasi tertentu saiia jajaki seberapa jauh ia mengalami keterpengaruhan atau jangan-jangan keterlibatan dalam sesuatu hal yang bertentangan dengan hakikat dan tugasnya.

Saiia menemukan bahwa nurani dan akal sehat itu sungguh-sungguh hampir pingsan oleh keterpengaruhan terhadap isu keterpengaruhan. Demamnya makin menjadi-jadi karena ia juga ternyata amat terpengaruh oleh litsus yang saiia selenggarakan.

"Bos...!" hati nurani saiia berkata dengan gemetar. "Saiia sangat terpengaruh oleh keterpengaruhan yang Bos pengaruhkan pada potensi keterpengaruhan saiia. Padahal karena keterpengaruhan itu lantas saiia sedemikian terpengaruh oleh ketakutan atas keterpengaruhan. Saiia akhirnya dipengaruhi secara total oleh keterpengaruhan saiia bahwa lama-lama saiia akan terpengaruh untuk sama sekali menjadi keterpengaruhan itu sendiri...."

"Kamu ini ngomong apa?!?!" saiia membentaknya.

Sementara itu akal sehat saiia mogok bicara. Membisu terhadap semua pertanyaan. Paling banter dia menjawab no comment.

"Omongan saiia mbulet iia bos?!?!" kata hati nurani saiia lanjut, "Ampunilah saiia..."

"Dengar!" bentak saiia lagi. "Kamu tidak saiia larang untuk terpengaruh oleh kepentingan saiia. Bahkan kamu wajib terpengaruh oleh garis halauan saiia. Yang terlarang adalah, jangan sampai ada ucapan, pemikiran atau sebersit gagasan pun yang mencerminkan keterpengaruhan
oleh aspirasi G30S!!!"

"Wah maaf iia bos...!" Itu relatif dan kriterianya sangat tak menentu dan bisa sangat subjektif, tergantung siapa yang memegang peluit. Kalau hal itu diterapkan sungguh-sungguh di segala level dan konteks, ada berapa juta orang terjaring oleh litsus bos...?!?!?"

"Jangan mbacot kamu!!!" saiia hampir memekik di telinga hati nurani saiia. "Kalau sekali lagi kamu ngemeng seenak udelmu, kamu akan saiia pecat, kamu akan terlantar seperti jutaan sobat-sobatmu!"

Pucatlah hati nurani saiia.

Tapi mendadak terdengar suara tertawa akal sehat saiia yang sejak tadi bungkam : "Tapi saiia gag dimutasi 'kan Bos?!?!?" ujarnya. "Soal keterpengaruhan ini 'kan gag ada urusannya dengan akal sehat, gag ada hubungannya dengan epistimologi, makna kata, kebenaran kata atau hakikat kata. Ini kan masalah politik. Akal sehat dilarang ikut campur, sebab sudah ada aparatnya sendiri... iia kan bos?"

"Shut Up!" terpaksa saiia bentak dia pake bahasa linggis. Sok intelektual dia!

Mo' tau klanjutan na gag?

Selasa, 2009 Juli 14

Mata Anda lelah?


Ketika mata Anda lelah, entah itu karena kebanyakan membaca, maen kompi, utak-atik status di pesbuk -which is i hate it so much :p- BW dsb dll dst, cobalah cara sederhana yang dapat melepaskan stress dan kelelelahan ala saiia ini.



Pertama, gosok-gosokkan kedua tangan Anda dengan cepat selama beberapa saat, lalu pejamkan mata Anda dan tutuplah dengan tangan Anda yang tadinya telah digosok-gosokkan dengan jari-jari dirapatkan sehingga cahaya tidak punya kesempatan untuk menyelinap masuk menyentuh kulit wajah Anda tentunya (masa kulit wajah setan?!??!).

Bayangkan diri Anda berada di suatu tempat yang indah dan damai menyayat sembilu -seperti hutan di mana udara segar dan sejuk, pohon-pohon berdendang, nyiur melambai, gadis-gadis desa seakan mengajak Anda tuk mendekat, angin menerpa. Sepoi-sepoi. Rindang. Pesona. Tanpa membabi-buta.

Biarkan mata Anda melirik ke atas selama beberapa saat ketika Anda membayangkan tempat-tempat yang damai dan nyaman ala surga hayal Anda sendiri itu. Ikuti gerakan pepohonan ke depan dan kebelakang, atas dan bawah dengan gerak mata Anda, ini sangat baik untuk mengendurkan ketegangan pada otot-otot di sekitar bola mata Anda.

Katakan pada diri Anda betapa baiknya pekerjaan yang Anda lakukan, bahwa menjadi pembaca yang baik itu mudah dan bahwa kecepatan membaca dan pemahaman Anda LUAR BIASA! Kemudian secara perlahan-lahan, lambat, tapi pasti, angkat tangan Anda dan buka mata Anda.

Kalau hati Anda sangat -saiia katakan 'sangat'- tergerak untuk mengomentari tulisan ini, bahkan terkesan 'keranjingan' tuk melakukan hal tersebut, lakukan sekarang! Upayakanlah! Terimakasih.





Mo' tau klanjutan na gag?

Minggu, 2009 Juli 12

Blogger in Draft

Akhirnya! Rupanya setelah ditengarai mengenai kasus kemarin itu, blogger baru saja meluncurkan beberapa ekstensi ke Gadget API (apa tokh makhluk satu itu rupanya?!?!) yang akan memungkinkan para ksatria digdaya Blogger, para perancang template, sejarawan sejarawati 'kulit' blog untuk membangun, menciptakan sesuatu yang lebih relevan dan menarik untuk gadget Blogger. Pemeliharaan tokh ternyata... tapi ko' hanya terjadi kerusakan pada template yang saiia pergunakan?!?!? Entahlah!





Terinspirasi? Katanya sii itu berkat respon dari para user juga... banyak yang reQuest atau apalah tepatnya... (ko' jd mumeddd dewek iki?!?!!)

Berikut merupakan screenshot yang didapat ketika saiia -akhirnya- mempublish tulisan yang tertunda tersebut...



Image Hosted by UploadHouse.com





Image Hosted by UploadHouse.com


Pemeliharaan tersebut menelurkan beberapa keputusan yang lahirnya gadget2 baru di tubuh Blog yang usianya terbilang masih muda ini.. diantaranya seperti...




Kesimpulannya, seperti apa yang diminta oleh akang Iklan Baris pada kolom komentar di kejadian yang lalu itu, terpaksa saiia sendiri masih akan menjawabnya dengan 'golengan kepala' tanda tidak mengerti sebab musabab kerusakan yang hanya terjadi pada template yang saiia pergunakan itu... Dus berarti saiia pun akan tiada kemampuan tuk men-share kiat apa yang saiia hunjamkan tuk menghindari jikalau kejadian tersebut berulang lagi baik pada saiia sendiri maupun temen-temen blogger lainnya. Quinie ngerti nii, makanya dia beres-beres bebenah gag keruan. Piss meenn... :p

Walhasil... saiia mohon maaf tuk itu. Saiia haturkan banyak-banyak terimakasih buat mereka yang tempo hari sempet bersusah-payah mampir dan berusaha memecahkan masalah tersebut. Terimakasih karena kehadiran sedulur-sedulur sangat saiia harapkan walau apapun bentuk pertolongannya, mulai dari mengajak saiia tuk menengok ke page nya tuk sama-sama melihat dimana letak kesalahan saiia hingga yang membantu liwad doa...

Sebagai rasa syukur saiia, langsung sajja saiia publish postingan yang sempat tertunda itu, silahkan ditengok jika memang berhasrat birahi.. aw awww aww... what?!?!? tahhaaannn... pelan-pelaannn.. ntar pendarahaaann...



Terimakasih Kawand!


Image source.

Mo' tau klanjutan na gag?