Sebelum pergi menghadap Tuhan Yang Maha Esa kembali, Jenderal besar Sarwo Edhie Wibowo menuturkan nasihat luar biasa yang beliau kutip dari filosopi Jawa : Ojo Kaget dan Ojo Dumeh! Sudah cukup lama beliau meninggal, tapi nasihat itu terus terngiang-ngiang.
Mungkin karena saiia tergolong orang yang sukar melaksanakan hal itu. Saiia ini kagetan dan gumunan, karena itu jadinya sering dumeh terhadap suatu hal. Orang yang dumeh adalah orang yang sempit, dan orang sempit itu gampang kaget kalau ada apa-apa.
Misalnya kalau melihat komputer, saiia gumun bukan main.. Ko' bisa-bisanya kaleng yang cuma dicolokin listrik menggantikan sumber informasi bacaan yang di amini jutaan bahkan milyaran umat di dunia ini. Bayangkan kekhawatiran perusahaan-perusahaan koran yang lahan mereka digarap abis-abisan oleh kaleng satu ini.
Nonton tipi sering saiia luput dari acaranya yang bagus-bagus karena konsentrasi saiia terseret kepada imaji tentang tekhnologi tipi yang fantastis itu sendiri. Bayangkan, ada orang gila di JW Marriot sama Ritz Carlton yang gag bosen2nya pamer, show of force meluluh-lantakkan pilar-pilar bangunan materialis kaum hedonis tersebut, padahal hotel itu pernah merasakan hal serupa, pernah mereka gejrot dengan kembang api yang sama beberapa waktu yang lalu, nah itu sedang terjadi, detik itu pula kita bisa menyaksikan kubangan asap hitam hasil olah tangan mereka itu melalui kaleng elektronik itu juga... Itu salah satu amsal, lainnya, Mike Tyson gebuk-gebukkan detik ini di Atlantic City misalnya, detik ini juga langsung kita lihat di sini. Ko' bisa. Sedangkan jithok saiia sendiri saiia gag bisa lihat.Maka, ketika pada suatu hari saiia masuk pabrik, diri saiia akan hilang, lenyap, yang tinggal hanya guman dan gumun belaka.
Coba toh... jangankan pabrik yang begitu canggih, sambel ajja saiia gumun. Ko' bisa-bisanya orang dulu menemukan harmoni antara lombok dan brambang dengan garam dll menjadi makanan masterpiece segala zaman. Bagaimana dulu caranya tajribah atawa risetnya? Siapa dulu yang pertama kali nyoba-nyoba lombok dan berada di generasi yang dibutuhkan untuk sampai pada ramuan sambel itu. Sayang tak ada sejarahwan yang tahu siapa penemu sambel. Mungkin Ki Sambel atau Nyi Sambel. Abad berapa ditemukan, bagaimana tahap transformasi dari sambel ini ke sambel itu dan seterusnya. Amal jariyah si penemu sambel sangatlah besar. Apakah manusia abad 21 ada yang spektakuler prestasinya sebanding dengan invansi sambel?
Kita sekarang hanya pintar beli motor baru, nonton blue film, bikin arisan, asyik-masyuk intercom-an kek, HP-an kek, 3G-an kek, blekberi-an kek, toke' kek, pacaran di tempat-tempat ibadah, bonceng sana bonceng sini dengan mengumbar -maaf-
Poko'nya saiia gumun betul sama kekayaan alam semesta ini serta pada kreatifitas manusia. Pabrik yang saiia datangi itu membuat alat-alat cetak. Sederhana ajja. Misalnya plastik wadah shampoo, itu alat cetaknya dibuat di sana. Puncak kegumunan saiia adalah bahwa untuk mencetak alat cetak itu perangkatnya punya tingkat ketelitian sampai sepersepuluh ribu milimeter.
Ada yang sejuta kali lebih besar dari jagat raya, ada yang sejuta kali lebih kecil dari atom dan tekhnologi kita kelak mungkin mencapai pengetahuan tentang itu. Kalau sudah sampai ke tingkat sepermiliar atom, mungkin itu yang disebut elemen ruh.
Hati bergetar. Dengan mata telanjang sebenarnya kita ini belum tahu apa-apa. Terhadap materi ajja tingkat ketelitian kita masih parah. Rendah. Maka betapa mulia para ahli tekhnik, asalkan kalian gag mempergunakan tingkat ketelitian kalian merakit peledak dan mengguncang-guncang Indonesia sekarat ini!
Apalagi terhadap yang nonmateri, yang ruhaniah, yang kualitatif, yang spiritual. Kalau manusia bisa mencapai ilmu dengan tingkat ketelitian sepersepuluh ribu milimeter, maka berapa pula tingkat ketelitian sang Khaliq!
![]() foto2 terkait kejadian | Karena itu saiia gag bole dumeh kepada orang lain. Gag bole gampang curiga, menajiskan, mengkafirkan atawa mengkutuk perilaku orang lain dan setiap kemunculan gejala dari orang lain. Sebab tingkat ketelitian kita rendah. Insaflah wahai para pemain kembang api di luar sana, ingat bahwa semua itu ada balasnya. Kita sebenernya tahu amatlah sangat sedikit. |
butir udara nafas kita dengan ketelitian yang MAHA.
Sumber gambar letak kanan, berasal dari sini.
Indonesia kembali berduka. Damn tukang petasan gajebo!




































