Nenek Make Up Tebal

Selamat siang, salam sejahtera.. Assalaamu alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh.. Jumpa kembali dalam acara dan gelombang yang sama.. radio stress jakarta yang gag pernah timbul tenggelam sejak jaman piraun gigit kue talam.. apaan sih..?!?!? Agan/Sis yang kami hormati dan tentunya kami cintai..


Langsung saja kita menohok pada goro-goro gunjang-ganjing kita siang ini, mengangkat masalah kesadaran keberagamaan kita yang makin lama makin luruh, luluh-lantak yang hingga -bahkan pada sebagian diri ini secara nyata-.. tak bersisa. Wujud Ilahi.. hmm.. berat nih.. :p gag juga.. atau yang biasa banyak orang pegunungan bilang Hakikat-Tak-Terbatas.. memancar pada segala sesuatu dalam dua sisi perwujudan; perwujudan yang nampak dan perwujudan yang gag nampak, perwujudan bentuk dan perwujudan makna, perwujudan -ini yang paling sering kita dengar- lahiriah juga perwujudan batiniah.

Perwujudan gag nampak, katakanlah seperti ruh, akal, jiwa, perasaan dan sebagainya adalah sesungguhnya dan senyata-nyatanya.. merupakan wajah-wajah yang menghadap pada Hakikat Tak Terbatas. Sedangkan wujud atau perwujudan lahiriah seperti halnya wujud dari t-u-l-i-s-a-n yang Agan/Sis sekarang sedang plototin :p, tubuh Agan/Sis yang entah mengapa pori-pori membesar, keringat dingin mencuat, tiba-tiba menggigil, gigi bergemeretak, bibir memucat, ujung-ujung jari membiru, suara mendadak sontak parau mencekam dan lain-lain dan kawan-kawannya yang metal-metal gondrong-gondrong awut-awutan.. kalau mau kita sadari.. semua itu merupakan sisi manifestasi Hakikat Tak Terbatas.

Agan/Sis.. Semua yang terlihat secara inderawi, semua yang terasa oleh kulit kita, penciuman kita, pengecapan lidah kita yang sudah sering kali bertukar liur dengan lelaki lain (bagi laki-laki) dan bertukar pula dengan wanita lain (juga bagi wanita) adalah penampakan tertentu yang menurut bahasanya pak de Rano sang pemilik sefel kedai dimana tiap hari kami berteduh.. well defined manifestation dari Hakikat Ilahi yang Tak Terbatas.

Manakala kita sampai pada dua sisi Wujud ini, sebagian dari kita, manusia, gag mau (saiia rasa sih demikian adanya dan bukan karena gag mampu.. :p) memahami keberadaan di luar alam material -yang tentunya-, gag terindera dan gag terukur ini.

Padahal.. sudah banyak pula para pemikir -biasanya sih disebut Ilmuan dll- yang terdorong (atau bahkan tanpa mereka sadari, saling dorong) untuk sedikit-demi-sedikit masuk ke ranah satu ini, wilayah yang semakin menjauhkan mereka dari pola berpikir materialistik-reduksionistik ataupun kuantitatif-parsial. Hmm... goleng-goleng kepala :(

Menurut sebuah buku yang pernah saiia baca.. lupa judul dan pengarangnya.. :( mohon dimaafkan :(.. bahwa teori-teori medan seperti ini memaksa para ilmuan tadi untuk berpikir tentang sebuah alam yang mengandung berbagai pengaruh yang saling bertemu (baca; keterkaitan) dan juga terdiri dari struktur gag terlihat yang -untuk akang Rio Arif Rahman, penekanan ini untuk Agan..- saling berhubungan.

Alih-alih gag nyata, struktur gag teraba, gag terasa, gag terlihat dsb ini justru jauh jauuh dan jauuuh lebih tinggi. Enormous. Lebih kaya, lebih dahsyat jika hanya dibandingkan dengan penampakan fisik yang ternyata merupakan efek dan pengaruh darinya. Sekali lagi saiia tekankan.. efek dan pengaruh darinya.

Dengan demikian.. dalam struktur realitas, alam fisik material yang kita kenal ini, yang kita sanjung-sanjung ini, yang tiap pagi kita bedaki ini, kita gincu-i ini, kita deodorani ini, kita modali bensin-i tuk bisa memperkuat hegemoni kita di atasnya, bahkan kita sembah-sembah ini, -walhasil- berada di posisi paling rendah (ad-dunya).

Ia memiliki energi terkecil.. sesuai dengan prinsip materi yang terbatas dalam sekat ruang dan waktu. Hiks hiks...

Sebaliknya, alam non-material merupakan energi yang gag terpenjara (can you guys imagine that?!?!) dalam bentuk dan berada di samudera lepas. Yang secara nyinyir.. para fisikawan menyematkan label Chaos untuk bisa sekedar menyebutkan alam non-material tersebut demi literatur-literatur gag menentu yang mereka terbitkan. Lebih halus, para filosof menyebutnya, Wujud Abstrak, lalu gag ketinggalan, kaum empiris menyebutnya dengan ketiadaan.. agamawan menyatirnya dengan kegaiban sebagai lawan dari persaksian (as-syahadah) atau alam bathin sebagai lawan dari alam lahiriah (adz-zhahir).

Ini dia uniknya.. ternyata semua yang ada di alam material sesungguhnya berasal dari alam ghoib yang merupakan sumber medan gaya. Begitu tercipta dalam bentuk tertentu, ia menjadi terbatasi dan -tentunya- sedikit taramati. Bilamana rahasia yang terdapat dalam Khazanah Ghoib Ilahi tersingkapkan di alam syahadah (ketampakan), ia menjadi bisa terindera dan teramati.

Misteri itu menjadi tersingkap, terungkap dalam alam syahadah dan sekaligus -tentunya lagi- terbatasi. Inilah sebabnya segala yang berada di alam ghoib itu secara harfiah disebut dengan ghayb (misterius atau mistikal).

Alam ghoib (gaib) merupakan kampung halaman, asal dan tempat kembali ruh manusia. Kehidupan fisik sesungguhnya berarti pemenjaraan dan pembatasan ruh. Hal ini pernah secara lugas dibahas di tempat kami biasa hangout, kedai sefel cafe pak de, atau yang banyak orang memanggilnya mas Rano, ketika mengangkat permasalahan Mati sebelum Kematian oleh sohib kami Okke Ristian a.k.a. Ocke Casper bin Ocke Cobain serta a.k.a.-a.k.a. lainnya yang biasa disematkan pada beliau.

Di alam fisik ini, ruh terkurung dalam terali tubuh yang gag dapat dilanggarnya. Pada saat ruh terlepas dari alam fisik ini, ia akan kembali bebas dan gag lagi terbebani, persis seperti yang dengan gamblangnya di tuturkan oleh Dream Theater dalam The Spirit Carries On.. "I'm not scared anymore.. I know that my soul will transcend.. bla bla bla".

Dalam sebuah buku yang pernah kami kupas -juga di tongkrongan kami tersebut- yang berjudul Sufi dan Pluralisme dijelaskan bahwa kata Ruh dalam bahasa Arab mempunyai akar kata yang sama dengan Ruhah, yakni kelapangan, kenyamanan atau bebas dari tugas (relief).

Allah memenjarakan ruh manusia dalam sebuah kurungan bernama tubuh dan dunia agar manusia menghayati hakikat penghambaan yang gag mungkin terjadi tanpa ketaatan. Ketaatan gag mungkin bergulir terlaksana tanpa adanya serangkaian aturan. Dalam ranah inilah pemahaman kita akan agama seharusnya mulai mengerucut.

Mo liad kek gimana sii tampang Agan Ocke Casper?








Agan Rio Arif Rahman nii yang belum ada gambarnya :(

Pada kenyataannya, sebagian besar manusia, wabil khusus.. saiia terutama, hidup dalam pelanggaran dan kemaksiatan. Alam fisik dengan segenap hiasan palsunya (nah sampai sini, Agan/Sis kiranya bisa memafhumi beberapa pendapat nyinyir pribadi saiia berkenaan dengan bedak, gincu, mobil dsb bukan? :p) yang berhasil menaklukkan ruh manusia, sehingga tubuhnya -sekali lagi- tubuhnya.. mendominasi ruhnya.

Perlu kiranya kita renungi bersama.. bahwa.. tubuh kita, tubuh manusia.. berhasil membuat ruhnya lupa pada hakikatnya yang berasal dari alam lain. Bahkan tubuh yang sebenarnya adalah kurungan sesungguhnya yang telah mengelabui mata manusia dan membuat ruhnya gag berdaya hingga terpedaya. Hal ini dengan kuat disinyalir pada kata-kata Ocke Ristian dalam SMS nya pada saiia dan Ikhsan Rifananda Akbar mengenai Rasa.

Dus akibatnya, manusia yang merupakan wakil Allah di dunia justru menjadi budak-budak selangkangan nafsu jasmaninya. Ia, kamu, kita, anda-anda semua, kita-kita semua, saiia semua brrrrghhh.. mengagumi dunia yang nyata-nyata merupakan penjaranya ini dan menikmati segenap sensasi indrawi yang *halahh... menjerat. Wallahu a'lam bishshowab.


Transenden

1. di luar segala kesanggupan manusia; luar biasa;
2. utama;
3. dipakai dalam ranah agama, yang menjelaskan hubungan Tuhan dan Manusia. Wahyu termasuk sesuatu yang transendental. Surga, Neraka mahluk gaib dll.

Tulisan ini terinspirasi dari kegiatan-kegiatan manusia biasa dengan Free Will nya masing-masing yang ternyata ingin saling berebut tempat lebih tinggi dari yang lainnya, dilihat dari bagaimana kecintaan mereka, kita, saiia terhadap dunia. Itulah mengapa judul tulisan ini -walau agak jauh panggang dari api, terutama dari gambar :(- tetap kami tulis demikian.

23 comments:

{ Supercoolzz } | 21 November 2012 23.08 mengatakan...

waduh jadi dua kolom bingung bacanya gan..-_- wkwkwkwk :D

{ PS Holic } | 21 November 2012 23.35 mengatakan...

sabar kang iia :(

{ Limit Post } | 21 November 2012 23.40 mengatakan...

aduhh gak tahan ngeliat gambar yang paling atas :D

{ Yousake NKRI } | 21 November 2012 23.43 mengatakan...

wah, kwkwwkwkw..

{ Muro'i El-Barezy } | 21 November 2012 23.51 mengatakan...

luar memang perlu di make up yah, tapi mungkin lebih penting dalemnya juga, inner beauty mungkin gitu hihihi...

{ PS Holic } | 21 November 2012 23.58 mengatakan...

nah itu dia.. setuju kang :)

{ alkatro } | 21 November 2012 23.59 mengatakan...

10 menit disini kang,
saatnya komeng :D

soundtracknya:'antara ada dan tiada'
dalam logat jawa istilahnya
mati sajroning urip, urip sajroning mati
artinya.. ane gaktau juga #kabuur

{ kabar-soreang } | 22 November 2012 00.25 mengatakan...

penuh bahasa kiasan ... tapi saya bisa mengerti, dan cantik itu luar dan dalam.

{ Royan Naimi } | 22 November 2012 01.34 mengatakan...

Hargailah orang lain, walau lebih sering orang tidak mau dihargai..

{ PS Holic } | 22 November 2012 01.40 mengatakan...

@ Royan Naimi : kritikan bagus.. saiia terima.. tapi sepertinya maksud saiia, bukannya gag menghargai 'kehendak' orang lain.. menghargai 'kemauan' orang lain.. justru posisi kita memang benar2 saling mengingatkan :p

{ Ridwan } | 22 November 2012 02.07 mengatakan...

uh , abang ini kalo nulis 'saya' kok kayak nya ribet sekali ya :P

tapi btw , very nice article , haha :)

{ penuliscemen } | 22 November 2012 04.06 mengatakan...

gambar paling atas Mas... nggak tahan saya pengen ketawa :))

{ penyuluh perikanan } | 22 November 2012 22.45 mengatakan...

Postingan yang penuh makna, banyak pengetahuan yg saya dapat dalam artikel ini, sangat bermanfaat
terima kasih dan salam sukses kawan
ijin follow ke 137, jika tdk keberatan sudilah kiranya follow kembali kawan
ditunggu dan terima kasih

{ yusrandante } | 22 November 2012 23.25 mengatakan...

nyimak aja deh sob.. artikelnya panjang banget

{ Muhammad A Vip } | 22 November 2012 23.35 mengatakan...

bahasane jelas bahasa Wong Tua, tapi kok ya fotonya anak muda, tau yang di atas itu yang nulis ya?

{ applausr } | 23 November 2012 06.46 mengatakan...

karena itu, kata budha.. kita harus melepaskan diri dari semua keinginan jasmani kita... sehingga bisa memperoleh bahagia...

{ Bandar Bola } | 23 November 2012 22.27 mengatakan...

waduh.. nenek sapa itu? bingung bacanya sobat... salam kenal

{ Imam Boll } | 24 November 2012 22.52 mengatakan...

saya sebenarnya kurang ngeh dengan tata bahasa sobat, karena campur aduk bahasa gaul dengan bahasa indonesia, maklum mas, orang baru di Indonesia, hehe

tapi saya paham jika intinya adalah banyaknya orang yang lebih memilih urusan badaniah daripada rohaiah, saya nyambungnya kayak gitu, hehe

salam kenal mas, saya dah follow njenengan mas ^^

{ KY } | 26 November 2012 06.36 mengatakan...

kamu lihat cantik gak...heee

{ Popi } | 10 Desember 2012 00.10 mengatakan...

gaya bahasanya rumit, serasa lagi baca novelnya Dee
btw..yg difoto sapa? sampean?

{ PS Holic } | 11 Desember 2012 21.33 mengatakan...

:(

{ Hipnoterapi surabaya } | 26 Agustus 2013 23.15 mengatakan...

kaget aku liat nenek2 nya hahhaa

{ Vertical Blind Depok } | 9 Oktober 2013 00.25 mengatakan...

serem kali jadinya @_@

Poskan Komentar

D'APRÈS VOUS?

The Personal Touch

love life my review Kiat memperkaya diri Indonesian Strong from Home Sufi info perangkat blog Download mp3 Quote of the day Francomania R U Multiple Intelligence Rock Awards Masjid Kita pictures Low Latent Inhibition Solusi Jakarta Download Video Masgari Muhammad Athir Ardan Rahasia Ikhlas film sahabat angga Angga Sbastian Déjà vu Gudang Permainan Kreatif Khusus Asah Otak Kiri Anak Insan Kamil Seabrek Permainan Kreatif Khusus Asah Otak Kanan Anak Zuhud Alanis Morissete - MTV Unplugged (1999) Alanis Morissette - Flavors of Entanglement (2008) Amien Apa itu Déjà vu 1 Apa itu Déjà vu 2 Ayn al Qudat Be the Miracle Berbuat Baik Bruno Mars - Just The Way You Are Cinta itu Hanya Damai - Esensi David Foster Dewa 19 Dimana ku Dinar Dirham sebagai Jawaban Diri Manusia Doa Jenderal Douglas Mac Arthur Doel Sumbang Download Software Dream Theater - Live At Budokan (2004) Dream Theater - Systematic Chaos (2007) Dream Theater - Train of Thought (2003) Dunia Baru Dunia dan Imam Mahdi Eksistensi Esensi Keberadaan Fariduddin Attar - Hakim Sanai Fibrokistik Mammae Gladi Kotor Hakikat Manusia Hapuskan Mobil Hati Heterogenitas pertunjukan Dunia Ideologi Mobil Ilmu Pengetahuan Baru Irma Novrida Iron Maiden Istiqomah Jakarta Lumpuh Buang Mobil Jakarta tanpa Mobil Jalaluddin ar-Rumi Jalan Hati Jenderal Douglas Mac Arthur Jujur Junte Kasih Sayang Kecerdasan dan Anak Kejujuran Kesadaran Khalifah Allah Kista Jinak Payudara Kita (tidak) Beda Labyrinth Lathifah Makrifat Manusia Sempurna Manusia dan Tanggung Jawab MarvelKlik Mati sebelum mati Menerima adalah Kebaikan juga Nenek Make Up Tebal OST - The Dark Knight (2008) Objektif Logis Objektif Rasional Objektif Sejati One Minute Silence - Available in All Colors (1998) Peran Kita Untuk Semua Permainan Lego Poppy Mercury Puji Tuhan Raggamuffin Ramalan Joyoboyo Ramalan Ronggowarsito Ramalan Sbdo Palon Sahabat Angga - Final Sahabat Angga - Semua Tentang Kita Selamat jalan saudaraku Amien Sheryl Crow - Detours (2008) Siapa Tuhan Mu Slank Slipknot - All Hope Is Gone (2008) Sori Dori Mori Sparkling Saint - Saintronic (2008) Syekh Siti Jenar - Makna Kematian Syirik Ashghar Syirik Khofi Syirik Khofi (samar) Tanggungjawab dalam kebahagiaan Teka-Teki Einstein Tembang Kehidupan Terbuka Tesla - Times Makin' Changes Tidur Sadar Tipe Aural (Auditory - Musical) Tipe Belajar Visual Tipe Fisik (Kinesthetic) Tipe Logis (Mathematical) Tipe Penyendiri (Intrapersonal) Tipe Sosial (Interpersonal) Tipe Verbal (Linguistic) Tokoh Tragedi Tanah Serambi Mekkah 26 Desember 2004 Vicky Sianipar feat. Ikhsan Akbar - Sesal Semu Waham Within Temptation - Forgiven Zainal Arifin Zainal Arifin IUS

Pengikut

 

Copyright © 2010 Ikhlas - The Secret All Rights Reserved

Design by Dzignine