Keluarga, Miniatur Indonesia

468x60 Advertise space

Jan - 31 - 2011

Bagaimana caranya..? Gabung di FB: komunitas Ayah Edy.

Jan - 31 - 2011

Simak selalu Live Talkshow Ayah Edi.

Jan - 31 - 2011

Jaringan Radio Smart FM, SINDO TV dan TV Lokal Daerah.

Indonesian. Indonesia pada hakikatnya merupakan kumpulan dari keluarga-keluarga yang tersebar dilebih dari 12.000 pulau yang ada di Nusantara.. Tiga tulisan yang sejajar di bawah slider ini mengutip langsung dari blog Ayah Edi.
Strong. Apabila keluarga-keluarga ini kuat, maka Indonesia akan menjadi Bangsa dan Negara yang Kuat dgn sendirinya tanpa perlu konsep yg berbelit-belit dan biaya yang membebani negara. Indonesian Strong from Home.
from Home. Pastikan keluarga kita dan keluarga sanak famili kita di seluruh tanah air telah menjadi bagian dari Gerakan Membangun Indonesia yang Kuat dari KELUARGA! Indonesian Strong from Home.

PR Serba SebelasAkhirnya, setelah sekian lama, blog ini kembali mendapat perhatian, terutama dari saiia pribadi selaku tukang kayunya. Terus terang saiia belum pernah mendapatkan Pe Er dari kawan blogger, biasanya blog ini hanya memperoleh Award, tapi akhirnya saiia berkesempatan mendapatkan Pe Er, PR Serba Sebelas, rada deg-deg-an juga, karena emang baru pertama kali mengerjakan Pe Er seperti ini. Hmm... PR ini memuat 4 soal yang harus dijawab:

1. Tuliskan 11 Fakta tentang kamu.
2. Jawab pertanyaan yang kamu dapat dari pengirim PR.
3. Pilih 11 blog teman yang belum mendapat PR ini.
4. Buatlah 11 pertanyaan baru bagi mereka.

Langsung ajja, di pagi hari yang dingin namun lemes menyenangkan ini, kenapa menyenangkan, karena saiia baru ajja mematahkan gosip yang berkembang belakangan ini mengenai antrean atau sulitnya membuat e-KTP, ternyata gag sesulit yang dibayangkan walau pada kenyataannya, hari ini memanglah hari terakhir untuk pembuatan e-KTP secara normal, jika Agan/Sis masuk di tahun depan, niscaya akan di lempar sana lempar sini, namun sekali lagi itupun sebenarnya baru Persepsi. Bisa ajja nantinya juga gag akan seperti itu boohhoooong weee.. who knows :p.

Hasil bertapa kejatohan wangsit...
Terimakasih sebanyak-banyaknya atas bantuan Gan Muhammad Sholeh MS Pratama yang berkenan tuk mengantar saiia di tengah rintik hujan ke kelurahan, jasamu tiada terkira wahai pahlawan tanpa tanda jasa.. wkwkwkwk..

Dari pada makin ngalor-ngidul makin gag jelas, langsung ajja saiia coba jawab satu persatu Pe Er dari sobat Ilham Afdillah sambil diiringi musik-musik warnet yang gag jelas dan makin lama makin menyebalkan ini.

Sebelas Fakta mengenai genialbutuhsomay :

1. Suka ngiler kalau bobo.. dan bobonya harus di atas jam 10 pagi, sampe sore, baru bangun mulai petatang-peteteng gag jelas.

2. Anak kedua satu-satunya di keluarga yang belum menikah sementara kakak-adik yang kesemuanya ada 4 sudah menikah dan masing-masing memiliki anak, bahkan yang kakak/abangnya sudah punya dua momongan.

3. Hari AIDS sedunia diperingati sebagai hari lahirnya.

4. Sangat bangga dengan Perfectionistnya walau dia sendiri sangat sangat tau bahwa itu gag baik dan menggerogoti diri sendiri.

5. Dari hari ke-hari -sekali lagi dengan bangganya- menyadari bahwa dirinya sangatlah kecil dibanding egonya sendiri.

6. Suka banged sama warna gelap terutama Hitam.

7. Otomatis gag suka warna-warni ngejreng apalagi yang saling bertabrakan (persepsi.. subjektif asli) sampe-sampe mata perih ngeliadnya :(

8. Sebagaimana kebanyakan laki-laki, sex ada di bagian terdepan otaknya jika menyentuh area feminis (ngumpet takut ke timpug...*).

9. Gemar banged sama yang namanya film ber-thema Sejarah sama yang namanya Sciense Fiction, bahkan sama sekali gag suka sama yang namanya adegan fighting, sangat gag ada manfaatnya tontonan seperti itu termasuk kartun (walau sebenarnya penggagas dan penggiat dunia kartun lebih maju di Indonesia).

Perangi perang! Lohh... Pilem sepanjang masa menurutnya adalah GodFather, mini seri terbaik dunia, Prison Break.

10. Musikpun harus berat seberat Dream Theater untuk bisa mendaya-gunakan ke dua belah otaknya, kalau gag gitu, alternatifnya untuk tidur (apalagi coba :p) siap dikemplang*..

11. Selain The Personal Touch, ternyata dia memang pemegang kendali dari FCDB/Photolicious dan PSHolic - Belajar Photoshop.
Saatnya menjawab pertanyaan dari kang Ilham:

1. Sebutkan satu (atau lebih) hal yang tidak banyak orang tahu tentang kamu.
Onani masih merupakan mesteri sekelas alien dan gag akan potong rambut. 

2. Apa zodiakmu?
Sagitarius.

3. Tulisakan kata-kata bijak yang menginspirasimu hingga hari ini.
Faster+cheaper=better adalah rumusnya kesuksesan, tapi rumusnya kebahagiaan adalah 180 derajat berbanding terbalik dengan kesuksesan, dan pakem saiia adalah kebahagiaan.

4. Di buku tahunan sekolah, apa tema foto kelasmu?
Zaman sekolah belum ada tema-tema di buku tahunannya.. pathetic awkward moment :(

5. Jika kamu jadi aktor/aktris film, kepengen dapet peran apa?
Lucifer.

6. Seberapa sering kamu online?
Jarang, makanya baru bisa ngerasain ngerjain Pe Er seperti ini :(

7. Hal apa yang paling mudah/sering membuat kamu bete?
Dalam situasi K-E-N-T-A-N-G.

8. Menurutmu fasilitas apa yang perlu ada di Indonesia?
Google.

9. Kamu sering/bisa inget mimpi kamu atau enggak?
Terkadang inget, belum lama, saiia mimpi berturut-turut dengan mimpi yang persis sama.

10. Jika bisa merangkum kisah hidupmu selama tahun 2011 ini, kamu bakal kasih judul apa?
In the persuit of happyness is no longer available. It is Indonesian strong from Home to go!

11. Apa hal yang ingin kamu lakukan/ulangi lagi, tapi belum kesampaian sampai sekarang?
Saat di kamar wartel.

Lalu bagaimana dengan kelanjutan tugas ini..?!?! Coba langsung di liad ajja lewat tombol berikut :p :

The stick goes to..
Tongkat estafet ini akan saiia teruskan kepada Agan/Sis di bawah ini :
Sebenernya sii.. pingin di kasihin ke semua yang ada di kantong celana prenlis.. tapi entah mengapa akhirnya setelah bertapa di gunung kemukus, nama-nama berikut inilah yang harus keluar.. mungkin lewat mereka inilah uneg-uneg saiia yang berupa pertanyaan yang sejak lama gag kejawab, bakal kejawab en bisa bikin plong hati ini..

OK langsung ajja, ke 11 kawan yang kelimpahan (moga bisa jujur jawabnya) Pe Er ini adalah sebagai berikut :

1. Allisa Yustica Krones
2. Cerita Tugu
3. Cikalananda
4. Irfan Handi
5. Al Kahfi
6. Zhinto
7. Ninda Rahadi
8. Zippy
9. Fauzan10
10. Dhenok Habibie
11. Nurmayanti Zain

11 pertanyaan dari genialbutuhsomay :

1. Blogger yang bagaimana yang gag akan pernah dikunjungi?
2. Punya anak? Jika Ya, Tahukah Agan/Sis mengenai Indonesian Strong from Home?
3. Bagaimana jika anak Agan/Sis bercita-cita menjadi Tukang Sampah atau Hansip  (bukannya profesi sejuta umat seperti Pilot, Tukang Insinyur, Bung Dokter, dsb)?
4. Apa itu SAT?
5. Fairkah jika seorang guru yang berdiri di depan kelas, yang memegang 30-35 anak yang hanya menguasai 1 bidang pelajaran (guru olah-raga misalnya), sedangkan sang anak (murid) harus menguasai 14-16 mata pelajaran? Mengapa?
6. Harusnya kurikulum di Indonesia seperti apa?
7. Pernah dengar nama Ayah Edi?
8. Kata-kata bijak sekaligus kritik untuk blog genialbutuhsomay The Personal Touch?
9. Mengapa jika kita punya akun Google Adsense, lalu kita pasang di blog, tapi dalam waktu singkat terdapat klik yang tidak sebagaimana mestinya yang menyebabkan akun kita dibanned? Penyebabnya?
10. Haruskah pertanyaan nomer 9 dijawab?
11. Perlukah semua ini Agan/Sis pikirkan dan jawab?

Speak Up, please! Thank You...
[...]

Multiple Intelligence - Tipe tipe Belajar menuju Indonesian strong from HOME

Seperti yang saiia janjikan sebelumnya dalam pembukaan Indonesian strong from Home di blog ini, bahwa terdapat tujuh tipe anak dalam menyerap segala sesuatu, katakanlah pendidikan misalnya. Tipe-tipe kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence) yang dimiliki anak, namun seharusnya diketahui oleh orang dewasa, para calon orang tua, hingga yang benar-benar sudah menjadi orang tua, terlebih yang memiliki anak lebih dari pada satu.

Model Kecerdasan Majemuk ditengarai mampu dan dapat menjawab kegelisahan kita akan tawuran-tawuran SMP bahkan SD yang kerap kali booming di sekitar kita.

Model ini diharapkan dapat digunakan bagi para orang tua untuk mengenali tipe belajar anak atau bahkan seseorang atawa manusia dewasa sesuai dengan jenis kecerdasan yang menonjol (tidak ada anak yang tahu segala sesuatu, juga tidak ada anak yang pintar di semua jenis pelajaran kecuali akang Leonardo da Vinci) yang lagi-lagi oleh karenanyalah...

Tidak ada anak BODOH!!! Tugas kita untuk mengenali KECERDASANnya!!!
Mengapa demikian? Mengapa justru orang tualah yang selayaknya mempelajari dan mengetahui ini? Karena merekalah yang memiliki power (secara financial) atas pendidikan anak-anaknya.

Oleh karenanyalah, para orang tua sudah semestinya juga perlu tahu mengenai hal ini, bukan untuk membunuh (yang sangat dibutuhkan kurikulum pendidikan kita dewasa ini) karakter anak, murid hingga mereka sebagai anak didik (tolong jangan samakan dengan anak sekolah) jadi lebih faham dan mengetahui bagaimana cara belajar yang efektif.

Model Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) ini seperti yang saiia singgung sebelumnya (juga tentunya melalui antap sana intip sini di beberapa website) ditumbuh-kembangkan oleh Howard Gardner. Sebagai tambahan, saiia ingin menginformasikan mengenai anutan bagaimana semestinya para orang tua mendidik anak-anaknya adalah blog Indonesian strong from Home yang asli, besutan Ayah Edi yang sekiranya akan mengadakan seminarnya di Pekanbaru tanggal 21 Januari 2012 nanti.

7 Model Kecerdasan Majemuk yang dimaksud adalah tipe Visual, Auditori, Verbal, Fisik, Logis, Sosial dan Penyendiri yang kesemuanya akan saiia ulas dengan kemampuan yang saiia tangkap dari mendengar, melihat dan membaca berbagai sumber dan lalu -mudah mudahan- dengan itikad baik akan tertulis secara rinci satu persatu di sini.

Tulisan di bawah merupakan besutan (hasil intipan) dari Irilas Logo, terimakasih segunung untuk adminnya, maaf karena tanpa menunggu persetujuan langsung saiia terbitkan di sini, gag nahan kepingin punya sendiri soalnya (tentu dengan model dan gaiia saiia sendiri).. silahkan langsung kunjungi blog Irilas Logo tadi, serta akang Google untuk source gambarnya.

Tipe Belajar Visual
Tipe Visual (Spatial).

Tipe visual ini banyak belajar dan menyerap informasi tentunya dari apa-apa yang dilihatnya. Artinya hal-hal yang tidak mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri, tidak akan mereka cerna sebagai 'sesuatu'. Jika orang tua memaksakan memasukkan ilmu pengetahuan, seperti matematika atau Al-Quran sekalipun namun tanpa memperhatikan ini, tanpa mengetahui bahwa anaknya ternyata merupakan tipe Visual ini, mencoba menekan anak dengan metode yang ternyata berseberangan dengan tipe yang dimilikinya, lalu apakah hal tersebut Fair bagi si anak?

Anak-anak dengan tipe Visual (spatial) ternyata sangat menyukai gambar, warna, diagram, dan segala yang terlihat, baik dalam bentuk 2 dimensi atau 3 dimensi. Tipe Visual biasanya juga Spasial, pandai membayangkan ruang 3 dimensi. Yang tentunya sering kita sadari, ini sering kita dapati ketika bepergian ke suatu tempat, mereka -atau katakanlah, Agan/Sis sendiri- tidak mengingat berdasarkan nama jalan, tetapi bangunan atau simbol yang mereka -atau lagi lagi katakanlah, Agan/Sis sendiri- lihat sebagai penanda visual.

Jika kita sudah memahami tipe anak kita tersebut, sekarang tinggal kita kulik sekali lagi mengenai media dan cara belajar bukan?! Karena sudah pasti anak dengan tipe ini tidak akan masuk jika dipaksakan tuk belajar dengan tipe lainnya, maksud saiia, jika anak ini Visual, masa kita suruh mereka mendengar cerita, ceramah, lompat-lompat dan sebagainya yang tanpa pernah lupa biasanya si orang tua akan selalu menyisipkan dan bahkan menyusupkan persepsi nilai. Lain lagi pembahasan tuk satu itu. Lain waktu dan lain kesempatan.

Media dan cara belajar:

- Menggunakan gambar, diagram, grafik, warna-warni, besar-kecil, belajar berkhayal - Secara visual, membayangkan sebuah konsep/informasi dengan: tempat, bentuk, warna
- Menggunakan layout, spasial, peta, maket, realitas

Permainan

Kamera, pensil/spidol warna, balok aneka warna,
Ganti kata dengan gambar; bantu pemahaman kata dengan warna

Mulai sekarang... buang jauh-jauh persepsi yang mengatakan bahwa ada yang namanya anak bodoh, anak malas, anak metal awut-awutan sembrono gondrong acak-acakan lainnya... karena itu semua hanya persepsi. Mari kita sama-sama ubah persepsi gila ngawur tersebut dengan mengatakan bahwa anak kita, bahwa semua anak itu memang CERDAS!!! Just switch it! As simple as that.

Indonesian Strong from Home
[...]

Tidak ada tempat bagi kejujuran, begitu celetuk seorang teman. Pendapat seperti ini saiia anggap keliru, karena sebenarnya tempat yang dimaksud itu banyak, namun kejujurannya-lah yang jarang. Lihat saja kasus ibu yang menggemparkan dunia pendidikan kita yang anaknya diminta memberi contekan di kelas sementara si ibu yang protes malah dikucilkan oleh warga kebanyakan. Ibu Siami ini mungkin kesempitan di lingkungannya, tapi oleh karena itulah ia dibela dimana-mana dan malah diundang ke istana negara.
Jadi sebenarnya tempat bagi kejujuran itu terbuka lebar, penghuninya lah yang jarang. Kepada si jujur, si berani, si luhur, sejatinya disediakan tempat yang luas sekali.

Persoalannya ialah mengapa tempat yang luas itu selalu sepi? Karenanyalah, supaya men jadi ramai, kejujuran harus dirangsang, dibiasakan dan ditradisikan. Kita sudah tahu betapa kuat kepatuhan kita kepada tradisi itu.

Keliru saja, jika sudah jadi tradisi akan tetap dijalani, misalnya menjual barang-barang di rumah agar bisa menyumbang tenaga yang punya hajat, itu Keliru secara urgensi secara urgensi, tapi secara tradisi, dia bisa dikucilkan dari norma yang sedang berlangsung. Kita sudah tahu betapa kuat kepatuhan kita terhadap tradisi itu, maka kalau yang keliru diganti Benar, lalu

Kebenaran itu ditradisikan, kekuatan kita dalam menjalani kebenaran pasti akan kuat sekali, karena apa? Karena Kebenaran sudah menjadi tradisi. Kita akan takut melanggar tradisi, jika tradisi itu isinya kebenaran, maka kita akan mentradisikan kebenaran, karenanya..
mentradisikan kebenaran dan kejujuran itu harus segera dimulai, jika sudah menjadi tradisi, berbuat jujur dan benar itu akan terasa ringan dan mudah. Tidak sulit lagi. Tidak berat lagi seperti sekarang ini.

Mengapa ringan? Karena semuanya, semua orang ikut menjalani. Kenapa mudah? Karena semua saling menduplikasi, satu memeragakan, yang lain meniru. Itulah inti dari duplikasi. Jika hal ini terus berjalan, akan jadilah kebiasaan, jika sudah menjadi kebiasaan, akan jadilah keharusan.

Harus benar dan harus jujur, sebab kalau tidak, seseorang akan dianggap menyalahi tradisi. Siapa saja yang dianggap menyimpang dari tradisi akan diasingkan dan dianggap sebagai orang buangan.

Bayangkan jika kita memiliki tradisi kebenaran semacam itu, Indonesia pasti akan menjulang semakin tinggi. Salah, tidak jujur, korupsi akan dicap menyalahi, bertentangan dan berseberangan dengan tradisi. Lihatlah sikap kita terhadap tradisi itu saat ini, sungguh masih tetap saja kuat sekali hingga saat ini.
Tetapi isi tradisi itu juga masih tetap kuat. Ada tradisi untuk membela kekeliruan sekarang ini, tradisi menolong kesalahan, tradisi menyantuni kebodohan yang buahnya malah berupa penjerumusan. Baca Indonesian Strong from Home secara keseluruhan.

Penjerumusan ini sungguh terjadi di banyak segi. Seluruh murid bodoh harus dibantu kelulusannya, kalau perlu diberi contekan. Bahkan hingga diberlakukan sistem subsidi. Nilai uang serta keseluruhan harta si pintar dikurangi untuk diinfakkan kepada yang kekurangan (murid yang tidak pintar maksudnya, red.).

Jika hendak membuat SIM tidak perlu untuk melewati rangkaian ujian untuk beberapa individu dan pribadi, malah kalau perlu umur dituakan. KTP pun jangan dipersulit atas nama pertemanan. Inilah mengapa seorang penduduk bisa memiliki bermacam KTP yang berbeda lebih dari 6 buah. Semua urusan dimudahkan, jangan dipersulit, harus gotong-royong, welas asih dan terbiasa menyantuni sesama yang membutuhkan. Begitu tradisi pemerintah kita.

Sungguh niat mulia itulah yang menjadi tradisi kita di Indonesia. Itu adalah tradisi yang kuat sekali, saling ingin membantu meringankan, memudahkan dan ingin melancarkan. Lalu apa yang salah dari semua itu? Tidak ada! Ini tradisi luar biasa! Mulia sekali! Kebiasaan yang sudah mengakar itu tidak perlu diubah, karena bisa jadi mustahil untuk kita merubahnya. Yang perlu diperhatikan, yang perlu kita ubah cukup muatannya, isiannya, sedangkan bentuknya, Biarkanlah! Kita harus tetap terus tolong menolong, berjibaku bahu-membahu, tetapi tidak untuk soal-soal yang keliru.

Kejujuran
..with ardan
Maka biarlah anak kelas tiga SD ini misalnya menjawab soal dengan jujur walau mungkin keliru sepanjang kejujuran itulah yang sedang menjadi fokus dan prioritas kita untuk ditradisikan. Misalnya pertanyaan kepada anak SD yang kebetulan adalah keponakan saiia sendiri itu. Bunyi pertanyaannya begini; "Apa tindakanmu jika teman sebangkumu ketinggalan membawa pensil?". Jawabannya; A. Meminjami. B. Membiarkan. C. Membelikan.

Di dalam benak keponakan saiia, menjawab jujur sesuai dengan apa kata hatinya adalah kebutuhan, lalu apa jawabnya? Ia menjawab untuk membiarkan. Karena memang itu yang dia lakukan dan berkesesuaian dengan hati dan situasinya saat itu. Karena jangankan meminjami pensil kepada teman yang lupa, dia sendiri mungkin pada saat itu melakukan hal yang sama, kelupaan membawa pensil, jadi tidak mungkin anak itu dengan segala kecanggihan otaknya berinisiatif untuk meminjami bahkan membelikannya dengan uang yang tidak ia punya, namun berkat olah otaknya tadi, ia berinisiatif -lagi- mengambil uang teman lainnya untuk kemudian membeli sebuah pensil untuk temannya yang kelupaan itu tadi.

Jika kejujuran ingin kita tradisikan, jawaban anak kecil seperti itu sekalipun harus dibenarkan, dan itu butuh menjadi sebuah kesepakatan bersama sampai ke Menteri Pendidikan. Itulah caranya bagaimana kita membuat sebuah tradisi. Tradisi itu harus dijalankan bersama-sama untuk waktu yang sangat lama.

Indonesian Strong from Home
[...]

Multiple Intelligence

Tergelitik oleh beberapa tayangan media, baik televisi maupun radio yang kerap kali menemani saiia sewaktu hendak dan setelah bangun tidur, yakni radio Smart 95.9 fm, mengenai bagaimana salah kaprahnya para orang tua di masa kini mengurus, mendidik, membekali anak-anaknya dengan segala macam ambisi yang nota-bene ternyata merupakan ambisi quote en quote si orang tua itu sendiri.

Mereka berlomba-lomba ingin memperbaiki kehidupan yang -dulunya- mereka gag miliki dengan mencekoki anak akan ini dan itu.. Saiia hidup gag berkecukupan, masa kamu mau nantinya miskin juga seperti Daddy kamu ini? Karena si ayah gag pandai Matematika, lalu ia mencekoki anaknya dengan jutaan dan milyaran bimbel hanya agar si anak mampu mengejawantahkan angka-angka dalam buku panduan mereka, agar mereka cerdas sayentis katanya, agar mereka mampu buat bikin bom menjadi ahli kimia, dst dsb dll dkk.

Bukankah ini, bukankah itu semua ambisi si orang tua? Emang siapa yang sekolah? Emang siapa yang nantinya akan menjalani hidup ini? Emang siapa yang punya nyawa di badan si anak kecil tersebut. Akuilah demikian adanya.. karena jujur, saiia pribadipun merupakan produk dari era pendidikan seperti itu. Saiia akui -kasarnya- bahwa saiia merupakan produk gagal (dari sudut pandang anak tentunya), tapi ternyata itu salah.

Tidak ada anak bodoh, temukan kecerdasannya!
Temukan kecerdasannya!

Kalimat itulah yang mengawali rasa gundah saiia. Setelah berlama-lama mendengarkan acara demi acara yang terus digulirkan radio tersebut, juga di barengi dengan televisi edukasi (buat saiia pribadi) yakni Kompas Tv, yang kini menghilang entah kemana.. juga DAAI tv, ternyata memang tidak ada anak yang bodoh, tidak ada anak yang bego atawa bedon. Semua anak, semua orang mendapat karunia anugerah penciptaan otak yang sama cerdasnya dari Sang Kuasa.

Percayalah... tidak ada anak bodoh, temukan kecerdasannya!


Ohmai GOD! Jika demikian, mengapa sekarang -rata-rata- anak yang tawuran, anak-anak yang dengan sibuknya melupakan 'main' mereka, merelakan uang jajan mereka, yang jika mereka tidak punya (uang tersebut) mereka urunan bin patungan hanya supaya bisa memperoleh Gear yang nantinya akan mereka ikatkan pada sebuah sabuk, katakanlah demikian, lalu mereka putar-putar sabuk dengan kepala Gear sepeda, motor, mobil, traktor, mesin giling, kapal jet tempur dan sebagainya itu guna mereka pergunakan untuk menyerang anak dari sekolah atau geng kampung lainnya?!

Kebodohan, jawab seorang teman.. Ekel namanya. Ahmad Haikal atau yang biasa di sebut Haikallica dan terkadang minta di panggil Slash yang nota-bene masih salah satu dari personil Ragamuffin (tentu Agan/Sis ingat sama tulisan saiia yang satu itu bukan, jika memang lupa, silahkan diintip lagi di Ragamuffin, red), ia seorang Bassis kawakan yang sudah malang melintang di dunia perhelatan.. ehh.. persilatan maksudnya, mengatakan bahwa kebodohan lah yang mengilhami kenapa sekarang tawuran sudah sejak dini banyak diselenggarakan oleh para siswa SD tersebut.Seiring bertambahnya usia kita (terutama para orang tua) begitu pula dengan adik-adik kita, anak-anak kita, muncullah -entah dari mana datangnya- anggapan bahwa dirinya termasuk anak bodoh, lemah, bahkan hingga mereka beranggapan bahwa mereka tidak memiliki daya saing.

Percayalah... tidak ada anak bodoh, temukan kecerdasannya!

Keniscayaan yang gag bisa dihindari dan dipungkiri yang merupakan produk dari model pendidikan disekolah.. beuhhh.. mulai berat nii :p. Institusi pendidikan yang semestinya memberikan motivasi agar anak menemukan dan mengembangkan potensi dirinya sering kali malah menjadi sebuah tempat 'pembodohan' bagi anak-anak kita.

Hmm... Mari kita tengok sejenak apa sebenarnya kata para pakar mengenai Cerdas dan Bodoh ini dan akan seperti apa nantinya jika pendidikan di Indonesia di selenggarakan dengan cara yang tidak seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.. loh..

Apakah Kecerdasan Itu?

* Kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap.
* Kecerdasan bagaikan kumpulan kemampuan atau ketrampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan.
* Kecerdasan merupakan kemampuan untuk memecahkan suatu masalah; kemampuan untuk menciptakan masalah baru untuk dipecahkan; kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan suatu pelayanan yang berharga dalam suatu kebudayaan masyarakat.
(Howard Gardner).

Tak akan komplit rasanya jika saiia gag sekalian ajja tuliskan beberapa tipe anak dalam menangkap pelajaran, dalam menghadapi hidup ini, namun sayangnya, waktu pula yang membatasi hal tersebut, mungkin satu persatu nanti akan saiia bagikan juga di sini, karena Indonesian Strong from Home bukan hanya impian belaka, jika ini bisa kita terapkan di tiap rumah, di tiap keluarga, niscaya pemerintah akan mau mengubah sistem kurikulum buatan Alfred Bine kelahiran Perancis sewaktu revolusi Industri terjadi yang kini masih erat gag mau mereka perbaharui atau rombak sekalian dengan yang fresh.

Sedikit saja saiia angkat sebagai wacana awal bahwa tipe anak atau yang canggihnya sering kita dengar dengan sebutan Multiple Intelligence, diantaranya adalah; Visual, Audio, Verbal, Kinestetic, Sosial, Penyendiri dan Logis. Untuk penjelasannya, silahkan tongkrongin terus tuh wese genialbutuhsomay iia Agan/Sis. Percayalah... tidak ada anak bodoh, temukan kecerdasannya! Di sini saiia gag akan berpanjang-panjang ria mengatasnamakan apalah itu namanya, saiia hanya ingin mengingatkan terutama buat saiia pribadi >> halah* so' bijak.. bahwa kita semua, anak-anak terutama, terlahir dengan kemampuan yang sama, tinggal seberapa besar nyali para orang tua melihat lalu menyikapi apa yang diinginkan anaknya kelak. Indonesian Strong from Home
[...]

Kompas TV Live Streaming

Sambil membaca sms yang masuk di henpon, saiia baru ajja memposting masalah Metal vs Rock di FCDB, Photolicious.. Isi dari sms tersebut yang ternyata dari brada' yang juga kebetulan pernah saiia ikut sertakan di sini, The Personal Touch, Rifky Nur Arqam, mengatakan bahwa saiia harus segera putar chanel ke televisi favorit saiia ini, Kompas TV. Ada berita apakah gerangan..!??!?!Indro Warkop di buat merinding..

Ckckckck.. lantas tanpa ba-bi-bu.. saiia browse, karena kebetulan masih di warnet, cari streamingnya.. ketemu :) lumayanlah dengan koneksi yang empot-empotan, saiia berhasil menemukan chanel kesayangan saiia ini dan bisa melihat acara yang dimaksud brada saiia tadi..

Rupanya, selain Kompas TV ini juga masih terhitung baru (baru diluncurkan), mereka langsung menambah daftar TV Nasional, walau memang belum mencakup ke seluruh indonesia. Live Streaming Kompas TV Online ini dapat Agan/Sis lihat dengan mudah, baik melalui gadget-gadget kesayangan Agan/Sis seperti iPad, iPhone dengan mengakses kom.ps/tv.

Kompas TV Live Streaming 527,40Mhz, Nonton Kompas TV Online yang hadir dengan motonya, Inspirasi Indonesia ini mengudara di 10 kota melalui sembilan stasiun televisi daerah. dapat di nikmati di jabotabek melalui kanal 28 UHF (KTV), Bandung di 34 UHF (STV), Semarang di 47 UHF (BTV), Surabaya di 40 UHF (BCTV), Malang di 32 UHF (ArtTV), Bali di 23 UHF (Dewatatv), Makassar di 23 UHF (Makassartv), Palembang di 52 UHF (Mostv), dan Pontianak di 39 UHF (Khatulistiwatv).

Gambar : live.kompas.com/kompastv

Info program dan jadwal maupun press release Kompas TV Live Streaming di www.kompas.tv.
Keywords dari Search Engine » kompas tv online, kompas tv streaming, streaming kompas tv, Kompas TV Live Streaming
[...]