Budaya Korup

Kekuatan Spanduk dan budaya korup

Pada poster-poster dan spanduk-spanduk, kita lebih mudah menemukan kemuliaan ketimbang dalam kenyataan. Pada spanduk tertuliskan 'satu orang satu pohon' artinya.. satu orang, harus menanam satu pohon, sebagai anjuran ekologi, tapi tetap di depan anjuran itu malah banyak saya melihat pohon-pohon ditebang. Di aneka spanduk, banyak ramai tawaran moral dijajakan. Di depan sebuah kantor lembaga penegakan hukum, gagah terpasang tekad penegakan hukum melawan koruptor, eeh.. di dalam kenyataan, ada hukum dirobohkan justru oleh penegak hukum dari kantor yang sama itu.

Di dalam spanduk, partai-partai politik mengajak memerangi korupsi, sejenak kemudian, kasus terlupa, terjadi malah di dalam dirinya sendiri. Seruan persatuan dideklarasikan, tetapi malah di dalam kenyataan, perpecahan mengalami penyuburan. Jangankan bersatu untuk negara, bersatu untuk sepak bola saja sulit, kerepotan setengah mati.

Di jalan-jalan, orang harus berperang melawan iklan, konsumsi lebih dirangsang ketimbang produksi, maka tak sulit membayangkan nasib sebuah masyarakat yang dipaksa tinggi dalam konsumsi, tetap ketika masyarakat itu sedang rendah di dalam produksi. Maka akan larilah mereka kepada sebuah tradisi baru, bernama mental korup.

Korupsi itu sebenarnya bukan mental induk, ia sekedar Budaya turunan. Entah kenapa meskipun KPK sudah tersedia, laku korupsi tetap merebak hingga kini. KPK yang didisain menakutkan itu, malah berkali-kali dikepung serangan dari segenap jurusan. Mengapa? Karena yang diperangi bukan sekedar koruptor, tetapi laku kebudayaan.
Jadi strategi memerangi korupsi tanpa memerangi sistem budayanya, akan menjadi perang yang panjang dan melelahkan. Ini mirip seperti perang Amerika di Vietnam itu, seperti perang Uni Soviet di Afganistan itu. Perang itu pada dasarnya tidak pernah selesai bahkan sampai hari ini. Sementara jejak lamanya belum hilang, jejak barunya malah terus bermunculan. Bernama teror dan kekerasan.

Memerangi korupsi tanpa memerangi induk budayanya serupa dengan mengobati kanker dengan kerokan saja, hanya akan berhenti menangkapi oknum, tetapi apa yang disebut oknum itu telah menjadi siapa saja. Barangkali kita ini termasuk ada di dalamnya.

Berikut sekedar skema sederhana tentang dari mana budaya korup itu antara lain bermula; jika anda naik jabatan misalnya, jumlah undangan yang mesti anda datangi akan berlipat, jumlah sumbangan yang akan anda keluarkan meningkat, gaji sungguh tidak memadai untuk menutup kebingungan sosial ini. Langkah berikutnya apa? Bisa kita tebak sendiri, karena hampir seluruh dari kita adalah pelaku soal ini.

Kekuatan Spanduk dan budaya korupsi..



Image source : www.tribunnews.com
Pada poster-poster dan spanduk-spanduk, kita lebih mudah menemukan kemuliaan ketimbang dalam kenyataan. Pada spanduk tertuliskan 'satu orang satu pohon' artinya..

Korupsi itu sebenarnya bukan mental induk, ia sekedar budaya turunan. Entah kenapa meskipun KPK sudah tersedia, laku korupsi tetap merebak hingga kini. KPK yang didisain menakutkan itu, malah berkali-kali dikepung serangan dari segenap jurusan. Mengapa? Karena yang diperangi bukan sekedar koruptor, tetapi laku kebudayaan.

Intinya adalah, adanya tarikan kuat dari sana yang kita tidak memiliki apapun untuk menahannya di sini. KPK jelas tidak kuat untuk memerangi rantai kebudayaan semacam ini, KPK hanya kuat berperang ketika budaya korup tersebut sudah tidak lagi menjadi budaya, tradisi. Maka jika iklim baru tersebut benar-benar terjadi, siapa saja yang kedapatan korupsi akan menjadi musuh bersama.

Tetapi hingga sekarang ini, musuh bersama itu menjadi tidak ada. Perang melawan korupsi itu setara dengan perang melawan diri sendiri. Antara pihak yang memerangi maupun yang diperangi terkadang merupakan pihak yang sama. Kalaupun pihak tersebut berbeda, pergeserannya sedikit saja. Penegakan hukum akan bertemu dengan saudara, sahabat, tetangga, kolega, atasan, bawahan, teman satu angkatan, senior, adik kelas, kakak kelas, akan selalu seperti itu.

Dus berarti.. apa saja yang menjauhkan kita dari kenyataan, itulah pemicu budaya korupsi di dalam berbagai versi. Jadi.. spanduk-spanduk yang mulia hanya di tulisan itu sungguh harus diingatkan, karena ia makin menjauhkan kita dari kenyataan.

7 comments:

{ Cerita Tugu } | 20 Oktober 2011 06.44 mengatakan...

memerangi korup kayaknya sulit, mungkin membutuhkan beberapa generasi untuk meghilangkannya

{ herry susanto } | 25 Oktober 2011 03.25 mengatakan...

semua yang sudah mentradisi emang sulit untuk dihilangkan, tapi tetap optimis kita bisa, mulai dari diri sendiri..:)

{ ADMIN CERITA SERU } | 27 Oktober 2011 21.23 mengatakan...

Blog dan artikelnya bagus, komentar juga ya di blog saya http://ceritaserudewasa.blogspot.com

{ Toko Baju Muslim } | 28 Oktober 2011 09.27 mengatakan...

seperti pohon di potong batangnya percuma klw tidak sampai akarnya, pasti akan tumbuh kembli,,korup telah menyiksakan kita semua..

{ merli } | 1 November 2011 03.08 mengatakan...

kunjungan gan... :)

{ Gatiar Lopez } | 18 November 2011 06.03 mengatakan...

salam kenal yaaa... makasih uda mampir

{ PS Holic } | 19 November 2011 03.12 mengatakan...

sami-sami iia ;)

Poskan Komentar

D'APRÈS VOUS?

The Personal Touch

love life my review Kiat memperkaya diri Indonesian Strong from Home Sufi info perangkat blog Download mp3 Quote of the day Francomania R U Multiple Intelligence Rock Awards Masjid Kita pictures Low Latent Inhibition Solusi Jakarta Download Video Masgari Muhammad Athir Ardan Rahasia Ikhlas film sahabat angga Angga Sbastian Déjà vu Gudang Permainan Kreatif Khusus Asah Otak Kiri Anak Insan Kamil Seabrek Permainan Kreatif Khusus Asah Otak Kanan Anak Zuhud Alanis Morissete - MTV Unplugged (1999) Alanis Morissette - Flavors of Entanglement (2008) Amien Apa itu Déjà vu 1 Apa itu Déjà vu 2 Ayn al Qudat Be the Miracle Berbuat Baik Bruno Mars - Just The Way You Are Cinta itu Hanya Damai - Esensi David Foster Dewa 19 Dimana ku Dinar Dirham sebagai Jawaban Diri Manusia Doa Jenderal Douglas Mac Arthur Doel Sumbang Download Software Dream Theater - Live At Budokan (2004) Dream Theater - Systematic Chaos (2007) Dream Theater - Train of Thought (2003) Dunia Baru Dunia dan Imam Mahdi Eksistensi Esensi Keberadaan Fariduddin Attar - Hakim Sanai Fibrokistik Mammae Gladi Kotor Hakikat Manusia Hapuskan Mobil Hati Heterogenitas pertunjukan Dunia Ideologi Mobil Ilmu Pengetahuan Baru Irma Novrida Iron Maiden Istiqomah Jakarta Lumpuh Buang Mobil Jakarta tanpa Mobil Jalaluddin ar-Rumi Jalan Hati Jenderal Douglas Mac Arthur Jujur Junte Kasih Sayang Kecerdasan dan Anak Kejujuran Kesadaran Khalifah Allah Kista Jinak Payudara Kita (tidak) Beda Labyrinth Lathifah Makrifat Manusia Sempurna Manusia dan Tanggung Jawab MarvelKlik Mati sebelum mati Menerima adalah Kebaikan juga Nenek Make Up Tebal OST - The Dark Knight (2008) Objektif Logis Objektif Rasional Objektif Sejati One Minute Silence - Available in All Colors (1998) Peran Kita Untuk Semua Permainan Lego Poppy Mercury Puji Tuhan Raggamuffin Ramalan Joyoboyo Ramalan Ronggowarsito Ramalan Sbdo Palon Sahabat Angga - Final Sahabat Angga - Semua Tentang Kita Selamat jalan saudaraku Amien Sheryl Crow - Detours (2008) Siapa Tuhan Mu Slank Slipknot - All Hope Is Gone (2008) Sori Dori Mori Sparkling Saint - Saintronic (2008) Syekh Siti Jenar - Makna Kematian Syirik Ashghar Syirik Khofi Syirik Khofi (samar) Tanggungjawab dalam kebahagiaan Teka-Teki Einstein Tembang Kehidupan Terbuka Tesla - Times Makin' Changes Tidur Sadar Tipe Aural (Auditory - Musical) Tipe Belajar Visual Tipe Fisik (Kinesthetic) Tipe Logis (Mathematical) Tipe Penyendiri (Intrapersonal) Tipe Sosial (Interpersonal) Tipe Verbal (Linguistic) Tokoh Tragedi Tanah Serambi Mekkah 26 Desember 2004 Vicky Sianipar feat. Ikhsan Akbar - Sesal Semu Waham Within Temptation - Forgiven Zainal Arifin Zainal Arifin IUS

Pengikut

 

Copyright © 2010 Ikhlas - The Secret All Rights Reserved

Design by Dzignine