Esensi Keberadaan

Penyakit adalah proses. Penyembuhan adalah proses. Oleh karenanyalah kita lantunkan cinta saat ini. Keseluruhan saat ini. Tuhan saat ini. Nama Tuhan adalah I am dan bukannya I will be apalagi I want to be. Baca dengan kenyamanan, keheningan, lengkapi dengan kekosongan. Biarkan kata-kata melingkupi. Biar semua terserap. Biar semua bekerja. Tiada lagi tempat untuk pergi dan tiada yang harus dikeluarkan.

Tuhan hadir di sini. Dicurah hujan. Dalam duri mawar. Dalam semua batu sandungan yang membuat kita terjatuh. Sembuhkan pikiran. Perubahan fisik hanya hasil penyembuhan mental dan kesempurnaan yang tidak didapat dari fisik, jasad, tubuh. Hadiah yang tiada ternilai merupakan pemahaman bahwa diluar kulit tragedi terdapat mutiara Tuhan tanpa memandang apapun bentuk tragedinya. Tenang dalam kesakitan dan penderitaan. Rasakan kedamaian yang ada di luar pemahaman.

Memberi untuk cinta gag akan kehilangan apapun

Ketika saiia menggunakan kata Tuhan, saiia gag merujuk pada Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, Taurat, Zabur ataupun Alquran, tapi lebih pada esensi keberadaan. Penggunaan kata Tuhan karena saiia percaya, diluar kontroversi sosial dan spiritual, kata tersebut membawa getaran makna terhadap kumpulan kesadaran. Sudah waktunya untuk menghentikan proyeksi ketakutan kita dan amukan kita pada Tuhan, sebagai rasa tanggungjawab dalam pemisahan terdalam diri kita yang akhirnya justru mempersulit penyembuhan kita semua.

Mereka yang memberi untuk cinta gag akan kehilangan apapun. Jika memang gag rusak, jangan perbaiki. Alam semesta gag rusak, demikian pula kita, Agan/Sis. Jangan berusaha memperbaiki orang lain hingga sadar bahwa diri Anda sempurna. Perhatikan. Hal yang sulit jadi mudah. Jika lapar, makan. Jika lelah, istirahat. Hentikan kerusakan dengan kehidupan. Nikmati perjalanan.

Memberi berarti menerima. Jadilah basah, yang membuat lembah subur. Sungai kehidupan mengalir di dalamnya. Kesempurnaan akan dikosongkan. Kekosongan akan diisi. Penyembuh paling agung memberi semua hingga menjadi lebih agung. Orang yang ingin disembuhkan harus menjadi penyembuh dan orang yang ingin jadi penyembuh harus mencari penyembuh terlebih dulu. Penderitaan jadi bermakna hanya ketika disembuhkan dan penyembuhan tanpa makna hingga dia dibagi. Menerima berarti memberi.

8 komentar:

D'APRÈS VOUS?